UPT SPF SDN Kakatua Makassar Gelar Pelatihan Gunakan Aplikasi Belajar Online Berbasis LMS

BN Online, Makassar—Bagi peserta didik yang sedang belajar online di rumah dan bagi anak didik di UPT SPF SD Negeri Kakatua yang berlokasi di jalan Gagak No.24, Kecamatan.Mariso Kota Makassar gencar meningkatkan kapasitas gurunya sebagai pendidik.

Sekolah yang menggandeng ZENIUS mengadakan workshop/pelatihan guru terkait metode pembelajaran menggunakan aplikasi online. Kegiatan pelatihan berlangsung di ruang kelas siswa Kamis (07/10/2021) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid 19.

Guru mengikuti Sosialisasi/pelatihan menggunakan aplikasi pembelajaran online berbasis MLS. Kabar pelatihan guru tersebut disampaikan Dra. Hj. Rafidah, M. Pd selaku Kepala Sekolah UPT SPF SDN Kakatua Makassar, saat ditemui dilingkup sekolah.

Hj Rafidah mengatakan, pelatihan guru dilakukan dalam rangka penggunaan aplikasi zenius untuk digunakan proses pembelajaran online berbasis Learning Management Sistem atau LMS.

“Peserta pelatihan diikuti sekitar 20 guru sembari dilakukan registrasi akun. Salah satu tujuan pelatihan untuk peningkatan mutu dan kompetensi guru sehingga pembelajaran siswa secara online menjadi efektif dan berkualitas. Bagusnya aplikasi Zenius, ada feed back (umpian balik) bagi guru yang mampu mengajak siswa menggunakan aplikasi zenius dalam pembelajaran daring,” bebernya.

Lanjutnya, menanggapi kegiatan tersebut, Kepala UPT SPF SDN Kakatua Makassar, Dra. Hj. Rafidah, M. Pd menjelaskan, sosialisasi/pelatihan penggunaan aplikasi zenius merupakan bentuk ikhtiar sekolah dalam memberi penguatan mutu dan kualitas para guru lewat pelatihan yang intensif.

“Baginya, di masa pandemi ini kompetensi guru dalam mengaplikasikan teknologi saat mengajar secara virtual sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Hj. Rafidah menambahkan, karena itu menurutnya, guru-guru harus dibekali ilmu pengetahuan dan kompetensi melalui pelatihan dan biarkan mereka memilih yang mana yang baik dan mana yang cocok aplikasi pembelajaran untuk di gunakan.

“Apalagi telah jauh hari, pemerintah mendorong dan memberi keleluasaan bagi pihak sekolah menggunakan program sendiri yang berorientasi dengan tujuan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). masih banyak tenaga pengajar (guru) belum bisa menggunakan IT secara baik,” tutup Hj. Rafidah

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *