UPT SPF SMPN 22 Makassar Laksanakan Simulasi PTM Terbatas

BN Online, Makassar–Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di UPT SPF SMP Negeri 22 Makassar terpilih menjadi sekolah simulasi PTM di Kecamatan Tallo untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kepala UPT, guru-guru dan siswa yang masuk sekolah harus menjalani rapid test antigen Covid-19. Pihak sekolah bekerja sama dengan petugas kesehatan puskesmas setempat untuk mengambil spesimen.

Saat dikonfirmasi awak media ini, Selasa (19/10/2021), Kepala UPT SPF SMPN 22 Makassar, Dr. Hj. Salmah, M. Pd, mengatakan, setelah sekolah kami ditunjuk simulasi PTM terbatas ditahap kedua di Kecamatan Tallo, kami sangat bersyukur karena ini adalah menjadi rujukan kami untuk memperketat protokol kesehatan di sekolah.

“Kami pihak sekolah akan memperketat penerapan protokol kesehatan di sekolah dalam menjalankan PTM terbatas. Kami berharap dengan penerapan prokes yang ketat dan baik, semoga sekolah kami tetap bisa melaksanakan PTM secara menyeluruh,” ujarnya Hj. Salmah.

Lanjutnya, Hj Salmah menjelaskan, dalam penerapan prokes siswa di sekolah yang sesuai dengan SOP sekolah dan Satgas Covid-19 Kota Makassar, dimana masing-masing siswa di arahkan melakukan swab sebelum masuk kedalam ruangan, lalu mencuci tangan, memakai handsanitizer, memakai masker dan menjaga jarak.

“Dimana dalam PTM terbatas kali ini, kami membagi 2 sesi setiap hari untuk masing-masing tingkatan. Hari Senin, Kamis, kelas 7, hari Selasa, Jumat kelas 8, dan hari Rabu, Sabtu kelas 9. Dimana sesi pertama siswa masuk di kelas jam 8 pagi sampai 10. Sedangkan sesi kedua jam 10 pagi sampai jam 12 siang,”jelas Hj. Salmah.

Dalam PTM terbatas kali ini, kami mensyaratkan siswa yang bisa mengikuti PTM terbatas tahap kedua, yang sudah mendapatkan izin dari orang tuanya, dan tentunya siswa yang sudah melakukan vaksinasi.

“Agar siswa tersebut mempunyai daya tahan tubuh dan kekebalan tubuh dalam menghadapi PTM terbatas,”imbuhnya.

Dimana dalam PTM terbatas kali ini kami menyiapkan 15 ruangan, dan dimana masing-masing ruangan maksimal diisi 16 siswa.

“Kami berharap pihak sekolah dalam simulasi PTM terbatas ini, semoga PTM ini berjalan dengan lancar dan aman, tidak ada muncul klaster baru, dan tentunya pembelajaran bisa berjalan normal sesuai yang kita harapkan,”tutup Hj. Salmah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *