BN Online, Makassar–Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di UPT SPF SMP Negeri 5 Makassar terpilih menjadi sekolah simulasi PTM yang berlokasi di Jl. Sumba No 9, Kecamatan Wajo Kota Makassar untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka Terbatas.
Kepala UPT, guru-guru dan siswa yang masuk sekolah harus menjalani rapid test antigen Covid-19. Pihak sekolah bekerja sama dengan petugas kesehatan puskesmas setempat untuk mengambil spesimen.
Saat dikonfirmasi awak media ini, Sabtu (23/10/2021), Firman S.Pd, M.Pd selaku Kepala UPT mengatakan, setelah sekolah kami ditunjuk simulasi PTM terbatas ditahap kedua di Kecamatan Wajo, kami sangat bersyukur karena ini adalah menjadi rujukan kami untuk memperketat protokol kesehatan di sekolah.
“Kami pihak sekolah akan memperketat penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan PTM terbatas. Dan Kami berharap dengan penerapan prokes, semoga sekolah kami tetap bisa melaksanakan PTM secara menyeluruh,” bebernya. Firman.
Lanjutnya, Firman S.Pd, M.Pd menjelaskan, dalam penerapan prokes siswa di sekolah yang sesuai dengan SOP sekolah dan Satgas Covid-19 Kota Makassar, dimana masing-masing siswa di arahkan melakukan swab sebelum masuk kedalam ruangan, lalu mencuci tangan, memakai handsanitizer, memakai masker dan menjaga jarak.
“Dimana dalam PTM terbatas kali ini, kami membagi 2 sesi setiap hari untuk masing-masing tingkatan. Hari Senin, Kamis, kelas 7, hari Selasa, Jumat kelas 8, dan hari Rabu, Sabtu kelas 9.,” tukasnya Firman.
Selain itu, dalam PTM terbatas kali ini, kami mensyaratkan siswa yang bisa mengikuti PTM terbatas tahap kedua, yang sudah mendapatkan izin dari orang tuanya, dan tentunya siswa yang sudah melakukan vaksinasi.
“Agar siswa tersebut mempunyai daya tahan tubuh dan kekebalan tubuh dalam menghadapi PTM terbatas,”imbuhnya.
Dimana dalam PTM terbatas kali ini kami menyiapkan seluruh ruangan kelas disekolah, dan dimana masing-masing ruangan maksimal diisi 16 siswa.
“Kami berharap pihak sekolah dalam simulasi PTM terbatas ini, semoga PTM ini berjalan dengan lancar dan aman, tidak ada muncul klaster baru, dan tentunya pembelajaran bisa berjalan normal sesuai yang kita harapkan,”tutup Firman.