BN Online, Makassar–Dahulu Bahasa Makassar merupakan bahasa pertama yang diperoleh di dalam lingkungan keluarga, maupun masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun seiring perkembangan zaman, Bahasa Makassar mulai dilupakan bahkan oleh penuturnya di lingkungan keluarga. Rabu (27/10/21).
Sehingga, salah satu bentuk revitalisasi bahasa daerah yang dapat dilakukan, yakni dengan melakukan pengembangan bahan ajar Bahasa Makassar sebagai muatan lokal di sekolah.
Ketua K3S Sumino, S.Pd saat dijumpai awak media ini mengatakan, bahwa hal ini sangat dimungkinkan karena lingkungan sekolah merupakan salah satu elemen penting untuk mengajarkan kepada siswa untuk berbahasa daerah Makassar, pidato dan puisi yang baik dan benar, sehingga komponen pendukungnya seperti bahan ajar perlu diperhatikan agar tujuan-tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa.
Adapun yang ikut hadir dalam rapat penguatan guru untuk bahasa daerah, masing-masing perwakilan guru dikecamatan Mariso, satu sekolah mewakili satu guru dikarenakan kondisi pandemi untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.
Selain itu, kepengurusan K3S sendiri, selaku Ketua Sumino, S.Pd, Sekertaris Abdul Hafid, S.Pd dan Bendahara Hj.Nurlia, S.Pd. Dengan pembawa materi, Sunardi, M.Pd (Pidato), Yusron, M.Pd (Dongen) dan Yulianti, M.Pd (Puisi).
Sebagai penutup, kegiatan penguatan bahasa daerah Makassar berjalan lancar, perwakilan guru dikecamatan Mariso dapat bekerjasama dengan baik dalam mendukung pembelajaran bahasa daerah itu sendiri, khususnya bahasa daerah makassar.tungkas Sumino
(Andis)