BN Online, Makassar–Sebanyak 145 sekolah di Kota Makassar berpotensi menjadi sengketa. Pasalnya, jumlah sekolah tersebut tak memiliki alas hak kepemilikan lahan atau belum bersertifikat. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, akan membuatkan database. Sebab kata Danny, banyak yang mengeluhkan aset milik Pemkot digugat oleh mafia tanah, namun tidak ada bukti tuntutan yang diperlihatkan.“Lagi-lagi kelemahan yang mendasar adalah data. Ini data semua orang cuma mengeluh tapi tidak ada. Dituntut tapi mana tuntutannya.
Makanya saya akan mencanangkan pada saat nanti tanggal 15 Maret (Rakorsus) adalah pembuatan database,” ujarnya, Selasa, 8 Maret 2022. Selain itu, kata Danny akan meminta ke DPRD Kota Makassar membuat Panitia Khusus (Pansus) aset agar memudahkan Pemkot Makassar dalam memburu aset.
Supaya secara politik dan hukum itu bisa diburu karena kita perlu powerfull. Karena kalau kita hadapi ini barang-barang coba mi selidiki siapa-siapa yang di belakangnya itu mafia tanah,” kata Danny.
Pemkot Makassar sendiri sudah beberapa kali kehilangan aset berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos).
Belum lama ini, pemkot kehilangan dua aset lahan sekolah dasar (SD) usai kalah gugatan di Mahkamah Agung (MA). Yakni, SD Pajjaiang dan SD Pajjaiang 1 di Sudiang Makassar.
“Kan tim pemburu aset dulu ji yang ada. Segera kita bentuk nanti di salah satu isu yang ada di rakorsus adalah itu. Wajib,” urainya.(*)










