BN Online, Makassar–Mengantisipasi perkembangan zaman yang semakin kompleks, siswa tidak cukup hanya dibekali dengan pengetahuan atau kemampuan kognitif. Namun, mereka juga perlu dibekali dengan berbagai keterampilan hidup supaya tetap survive di masa depan.
Itulah yang melandasi UPT SPF SDI Rappokalling II mengadakan kegiatan keterampilan memasak tradisional dan cara menata makanan yang diikuti oleh semua siswa kelas VI yang di dampingi oleh orang tua siswa, Selasa (23/5/2022).
Plt Kepala Sekolah SD Inpres Rappokalling II, Hairiah, S.Pd, menyampaikan bahwa untuk persiapan alat dan bahan sudah diinformasikan sebelumnya. Hal ini supaya ada waktu bagi siswa maupun orang tuanya untuk menyiapkan alat dan bahan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Menu makanan ini disajikan yakni makanan tradisional serta menata makanan dengan baik . Ini kreasi saya sendiri karena bahannya cukup mudah didapatkan serta murah”urai Hairiah.

Dia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga untuk memahamkan kepada siswa bahwa keterampilan memasak tidak identik hanya untuk kaum perempuan, tetapi juga harus dikuasai oleh laki-laki.
“Memasak merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh semua orang karena menyangkut kebutuhan hidup yang paling pokok, yaitu mengolah bahan makanan,” imbuh Hairiah.
Salah satu siswa kelas VI Didampingi orang tuanya, mengaku senang dengan kegiatan memasak tradisional dan cara menata makanan dengan baik Menurutnya, ini pengalaman pertama mengikuti kegiatan masak bersama dengan teman-teman kelas maupun instruktur.
“Kemarin saya menyiapkan alat memasak dibantu oleh orang tua dan berbelanja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memasak

ia mengaku harus lebih fokus dalam memperhatikan instruktur selama memasak
“Saya harus konsentrasi karena harus memperhatikan langkah-langkah yang disampaikan instruktur sekaligus langsung mempraktikkan,” ungkapnya.
Selama kegiatan keterampilan memasak tradisional dan cara menata makanan dengan baik siswa nampak semangat dan di akhir kegiatan mereka menampilkan hasil masakannya.
“Ada juga beberapa masakan siswa yang gosong, tapi ini menjadi pengalaman yang berharga dan mengesankan bagi siswa,” sebutnya Hairiah.










