BANYAK POHON TUMBANG DAN BANJIR DI LOMBOK AKIBAT IKLIM EXTREME

BANYAK POHON TUMBANG DAN BANJIR DI LOMBOK AKIBAT IKLIM EXTREME

Bidik Nasional.id _ Lombok Tengah _ Banyak pohon tumbang dan banjir di Lombok yang diakibat iklim extreme. sehingga salah seorang Pakar lingkungan Dr. Nujumuddin Ramen, SP., M.Si., mengatakan,Pulau Lombok memiliki 5 bulan basah yaitu mulai bulan November sampai dengan bulan Maret.

Kemudian 3 bulan di antaranya memiliki intensitas hujan yang lama yaitu bulan Desember, Januari dan February Dengan memiliki khas tersendiri. Ungkapnya.

Di Bulan Desember:
Hujan bersama angin kencang. Banyak pohon tumbang pada bulan Desember dan gelombang laut tidak bersahabat. Sering terjadi gelombang pasang, petir sering terjadi. Dengan sering terjadi petir tanaman menjadi tumbuh subur karena beberapa nutrisi yang ada di atmosfer bisa terikat oleh petir terutama unsur Nitrogen untuk pertumbuhan Vegetative. mestinya dalam hal ini bersiaga antisipasi terjadinya pohon tumbang yaitu upaya mitigasi berupa pemangkasan pohon pinggir jalan, jangan ditebang guna mengharapkan percabangan. Untuk ilmu pemangkasan pohon bisa dipelajari. Pemangkasan ini dilakukan pada bulan Oktober dan November.jelasnya

Sedangkan di Bulan Januari dalam waktu 5 hari hujan akan terus menerus, hujan reda tapi angin cukup kencang biasanya selama sembilan hari dari arah barat ke timur. Tanaman padi tidak rebah tapi daunnya mengering dan berpengaruh terhadap produksi. Setelah 9 hari akan kembali hujan yang diiringi hembus angin sepoi-sepoi bersama hawa yang dingin mencapai 10° C.

Di bulan Januari masa keluarnya koloni laron berterbangan. Saat-saat inilah tumbuh jamur. Hujan lembut di bulan Januari dengan waktu yang lama kadang matahari jarang kelihatan berdampak percepatan tumbuhnya cendawan yang menyerang tanaman padi

Untuk mengatasinya, maka hendaknya dianjurkan kepada petani untuk menyemprot tanaman padi dengan Fungisida.Imbuhnya

Sementara dibulan February kembali Intensitas hujan cukup lama. Bulan ini dikatakan bulan Nyale. Karena pada bulan masyarakat pulau Lombok Ramai ramai tangkap Nyale yang merupakan budaya dari nenek moyang kita .dan itu merupakan cerita legendaris yang harus kita jaga dan lestarikan.tutur Dr Nujumuddin Ramen, SP., M.Si.,

Dan anehnya lagi lanjut Dr Nujumuddin Ramen, SP., M.S mengapa harus pada hari ke dua puluh bulan langit. Ini dikatakan Nyale Tunggak (Awal) yang ditandai dengan Suara Gemuruh di atas samudera Indonesia. Gemuruh itu sebenarnya bunyi petir yang melempar nutrisi untuk kehidupan ikan di laut lepas.
Jika terjadi hujan terus menerus, maka hasil produksi padi akan menurun.

Lebih lanjut Dr. Nujumuddin menerangkan secara iklim ada dua paket hujan kita yaitu:
1. Hujan reguler seperti yang diterangkan di atas
2. Paket hujan La Nina yaitu iklim basah yang pindah dari samudera Pasifik ke Indonesia.

” Dengan adanya hujan dua paket ini, potensi banjir berkepanjangan. Oleh karenanya perlu antisipasi akan terjadinya banjir itu, jelasnya pada awak media saat diwawancarai melalui via WA minggu 25/12/ 2022

” Saya juga telah mempresentasikan hal ini di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, tentang pengelolaan DAS ( Daerah Aliran Sungai ) yang outputnya tidak terjadi banjir di musim banjir dan tidak terjadi kekeringan di musim kering dengan Sistem Remote Control,” katanya.

” Selanjutnya metode ini akan saya presentasikan di negara Jepang pada bulan Maret 2023. Selain itu pula akan dipresentasikan metode penangkapan asap pabrik industri menjadi nol atau udara normal kembali di negara Sakura itu. Sehingga isu pemanasan global bisa teratasi,” pungkasnya. (BN 02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *