Viral Kasus Penculikan dan Pembunuhan Anak di Makassar, Dewan Sebut Konten Negatif Sosmed Kian Berbahaya

BN Online Makassar — Perkembangan teknologi kini semakin pesat. Beragam konten pun kini kian menjamur di internet ditengah masifnya penyebaran informasi. Tapi kemajuan tersebut terkadang menimbulkan akibat yang kurang baik bagi sebagian masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso pun angkat bicara. Ia menilai semakin banyaknya konten negatif yang beredar di media sosial, membuat para orang tua harus semakin lebih waspada memperhatikan anak-anak.

Hal tersebut akibat viralnya kasus pembunuhan sadis anak dibawah umur yang baru-baru saja menghebohkan warga Kota Makassar. Disinyalir para pelaku yang masih dibawah umur itu, terpengaruh oleh informasi dalam sebuah situs jual beli organ tubuh manusia, yang mengiming-imingkan bayaran sebesar USD50 ribu.

“Jadi saya melihat dunia teknologi sekarang sudah tidak bisa dibendung, anak-anak kalau buka internet semua tersedia, oleh karena itu pentingnya pondasi dasar di tatanan keluarga untuk selalu mengedukasi daripada anak-anak,” ungkapnya, Sabtu (14/01/2023).

Selain itu, menurutnya sekolah juga memiliki peranan yang vital dalam mendidik siswa untuk bijak dalam bersosial media.

“Kita juga harus mengedukasi dunia pendidikan di tingkat SD-SMA, baik negeri atau swasta, untuk senantiasa bagaimana etika bermedsos. Etika ketika mereka membuka media sosial tentu ada pengarahan disitu semua pelajaran bisa masuk,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, pemerintah (Pemkot Makassar) telah mengeluarkan program ‘Jagai anak ta’. Salah satu program yang dapat meminimalisir terjadinya aksi tindak pidana pada anak. Karena dengan ‘Jagai Anak ta’, maka orang tua akan lebih memperhatikan anggota keluarganya, terutama pada anak yang dalam tahap pertumbuhan.

“Program kita kan dari Pemerintah Kota Makassar sudah menggaungkan ‘Jagai Anak Ta’, ini adalah program yang sangat bagus, mengingatkan kita terus betapa pentingnya dalam keluarga itu ada pembinaan,” jelasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *