BN Online, Makassar,– UPT SPF SMPN 50 Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program Pengembangan Kurikulum Terintegrasi Bersih Narkoba (PKT-BN) yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar., bertempat di halaman UPT SPF SMPN 5, Selasa 29 Oktober 2024.
Kepala sekolah Abdul Azis Hasan, S.Pd., MM, menyatakan bahwa pihaknya telah mengutus lima orang guru yang tergabung dalam Tim Anti Narkoba 50 dan 10 siswa perwakilan kelas serta pengurus OSIS untuk mengikuti kegiatan sosialisasi yang berlangsung di berbagai sekolah di Makassar sejak 28 hingga 31 Oktober 2024.
Pada hari ini, Tim Anti Narkoba dari SMPN 50 Makassar menghadiri sosialisasi PKT-BN di UPT SPF SMPN 5 Makassar. Guru-guru yang hadir antara lain Nursyafriah, S.Pd., M.Pd., Harnida, S.Pd. (Waka Kesiswaan), Rina Dewi, S.Pd. (Pembina OSIS), Iwan Anggreawan, S.Pd. (Petugas UKS), serta Hasrul Haris, S.Pd. (Konselor BK).
Turut hadir pula sepuluh siswa perwakilan OSIS SMPN 50 Makassar yang siap mengimplementasikan wawasan yang diperoleh kepada teman-teman di sekolah.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, H. Muhyiddin, SE., MM., beserta sejumlah pejabat penting lainnya, termasuk Narto Randa dan Sitti Sahra dari Dinas Kesehatan Kota Makassar sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, H. Muhyiddin menekankan pentingnya peran sekolah dalam melaksanakan pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba. Beliau juga mendorong kerja sama yang erat antara pihak sekolah, Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dan Dinas Kesehatan untuk melaksanakan berbagai kegiatan edukasi, termasuk program outing kelas di BNN.
Program ini bertujuan agar siswa dapat memahami dampak nyata penggunaan narkoba dengan mengamati langsung proses rehabilitasi pasien di BNN. Pendekatan Ekstrakurikuler untuk Mencegah Narkoba dan Perilaku Berisiko
Narasumber juga menekankan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler untuk memberikan wadah positif bagi siswa. Hal ini sejalan dengan harapan agar kegiatan ekstrakurikuler dapat menumbuhkan minat dan bakat siswa, sekaligus menjadi sarana pencegahan terhadap bahaya narkoba dan perilaku berisiko lainnya.
Nursyafriah, S.Pd., M.Pd., salah satu peserta yang juga merupakan Guru Penggerak, menyatakan bahwa integrasi materi pendidikan tentang bahaya narkoba dan perilaku berisiko ke dalam kurikulum akan menjadi langkah preventif yang efektif.
“Dengan integrasi ini, siswa akan lebih cepat memahami dampak buruk narkoba, sehingga kita bisa mencegah lebih dini,” ujarnya.
Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah untuk Menjaga Generasi Muda
Kepala UPT SPF SMPN 50 Makassar, Abdul Azis Hasan, melalui pesan singkat menyampaikan pandangannya bahwa pendidikan agama merupakan kunci utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
“Pembekalan agama yang berkelanjutan sangat penting. Kami juga berharap kerja sama yang erat antara sekolah dan orang tua untuk terus menjaga anak-anak kita agar terhindar dari pengaruh negatif narkoba,” ungkapnya.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, SMPN 50 Makassar berharap dapat menjadi pionir dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Makassar untuk melakukan hal serupa.















