BN Online, Makassar—UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2 Makassar sukses menggelar kegiatan Market Day dalam rangka implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Sabtu, 14 November 2024. Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman sekolah, dihadiri oleh siswa-siswi, orang tua siswa, serta seluruh elemen sekolah.
Dalam Market Day ini, siswa-siswi memamerkan dan menjual berbagai produk hasil kreativitas mereka, mulai dari makanan tradisional, kerajinan tangan, hingga produk daur ulang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, kerja sama, dan kreativitas siswa sejak dini, sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Kepala UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2 Makassar, Andi Nurhayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme siswa dan dukungan orang tua dalam kegiatan ini.
“Market Day ini adalah bagian dari pembelajaran kontekstual yang kami terapkan melalui P5. Harapan kami, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai gotong royong, kemandirian, dan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Andi Nurhayati.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan ajang untuk mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua siswa. “Keterlibatan orang tua sangat penting dalam mendukung pendidikan anak. Dengan hadirnya orang tua dalam kegiatan seperti ini, kami merasa kolaborasi antara sekolah dan keluarga semakin kuat,” tambahnya.
Kegiatan Market Day tidak hanya menjadi momen pembelajaran, tetapi juga hiburan dan interaksi sosial yang menyenangkan. Para orang tua memberikan dukungan dengan membeli produk-produk yang dijual anak-anak mereka, sementara siswa belajar bagaimana berkomunikasi dan memasarkan produk mereka dengan percaya diri.
Dengan suksesnya pelaksanaan Market Day ini, UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2 Makassar berharap dapat terus menghadirkan kegiatan inovatif yang mendukung penguatan karakter siswa. Kegiatan seperti ini juga menunjukkan komitmen sekolah dalam memadukan pendidikan formal dengan pembelajaran berbasis proyek yang menyenangkan dan bermanfaat.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus berkreasi dan memahami pentingnya gotong royong serta tanggung jawab dalam kehidupan mereka,” tutup Andi Nurhayati.















