Khidmat dan Bermakna, Upacara Bendera HGN ke-79 di UPT SPF SDI Perumnas Makassar

BN Online, Makassar—UPT SPF SDI Perumnas Makassar melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-79. Kegiatan yang berlangsung pada Senin pagi ini dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, staf administrasi, siswa, dan perwakilan orang tua murid.

Dengan suasana yang penuh khidmat, seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian acara secara tertib. Upacara ini menjadi simbol penghormatan terhadap dedikasi dan kontribusi besar para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam sambutannya, Kepala UPT SPF SDI Perumnas Makassar, Arfai, S. Pd, M. Pd, menyampaikan apresiasinya kepada para guru yang telah bekerja keras dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Hari ini adalah momentum untuk mengenang dan menghargai jasa para guru. Mereka adalah ujung tombak pendidikan yang tidak kenal lelah memberikan ilmu, nilai-nilai moral, dan karakter kepada siswa,” ujar Arfai.

Ia juga menambahkan harapannya agar para guru tetap semangat dan terus berinovasi di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

“Saya berharap, melalui peringatan Hari Guru ini, kita semua dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kita. Semoga SDI Perumnas Makassar menjadi teladan dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter,” pungkasnya.

Upacara ini diikuti oleh seluruh komponen sekolah, termasuk siswa yang tampak antusias menyaksikan jalannya acara. Perwakilan orang tua murid yang hadir juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap dedikasi guru dalam membimbing anak-anak mereka.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan doa serta pemberian penghargaan kepada beberapa guru yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam proses pembelajaran selama setahun terakhir. Momen ini semakin mempertegas pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam memajukan dunia pendidikan.

Hari Guru Nasional tahun ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi refleksi bersama tentang peran penting guru dalam membangun generasi emas Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *