Kearifan Lokal Jadi Tema P5, SDI Mangga III Makassar Cetak Generasi Cinta Budaya

BN Online, Makassar–UPT SPF SD Inpres Mangga III Makassar menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal, pada Sabtu 7 Desember 2024.Acara ini melibatkan berbagai aktivitas kreatif yang mengedepankan budaya dan tradisi Indonesia, sesuai dengan jenjang kelas masing-masing:

1. Kelas 4 dan 5: Menampilkan tarian daerah serta sajian kuliner berupa kue tradisional, yang diharapkan mampu memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya nusantara kepada siswa.

2. Kelas 1 dan 2: Mengusung sub tema permainan tradisional, siswa diajak bermain gasing sebagai cara mengenalkan permainan lokal yang kian tergerus zaman.

3. Kelas 3 dan 6: Belum melaksanakan kegiatan P5 karena masih menggunakan Kurikulum 2013.

Kepala UPT SPF SDI Mangga III Makassar, Sitti Halijah, S. Pd.

Sitti Halijah, S. Pd.,selaku Kepala UPT SPF SDI Mangga III, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk mendidik siswa agar lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal sejak dini.

“Harapan kami adalah agar anak-anak tidak hanya memahami nilai-nilai budaya, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah bagian dari pembentukan karakter Pelajar Pancasila yang berwawasan kebangsaan,” ujar Sitti Halijah.

Sitti. Halijah, menjelaskan, kegiatan ini akan terus dikembangkan pada tahun mendatang, dengan melibatkan seluruh jenjang kelas, seiring dengan transisi penuh ke Kurikulum Merdeka.”Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa, sekaligus memperkuat karakter siswa sebagai generasi penerus yang cinta budaya lokal,” tambahnya.

Selain itu, Sitti Halijah, S. Pd. menegaskan bahwa kegiatan P5 ini juga merupakan upaya sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan bagi siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar dengan cara yang relevan dengan kehidupan mereka, terutama dalam mengenal budaya daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua untuk bersama-sama menjaga warisan budaya kita,” tambahnya.

Ia juga berharap, melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih aktif, kreatif, dan memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya bangsa. “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menginspirasi program-program serupa di masa depan,” tutup Sitti. Halijah, S. Pd.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *