Dulu Serba Manual, Kini Serba Digital: Kominfo Kota Makassar Terus Berinovasi Lewat Lontara+

BN Online, Makassar—Transformasi digital terus digalakkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar. Jika dulu segala urusan harus dilakukan secara manual, kini masyarakat bisa menikmati kemudahan layanan digital mulai dari pengiriman surat hingga penyampaian aduan semua dapat dilakukan langsung dari genggaman tangan.

Melalui aplikasi Lontara+, warga kini dapat melapor berbagai permasalahan kota secara cepat dan transparan. Aplikasi ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkot Makassar dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan modern.

Unggahan resmi di akun media sosial Diskominfo Kota Makassar pada Minggu (26/10/2025) menegaskan semangat perubahan ini. “Zaman boleh berubah, tapi semangat berkolaborasi warga tetap sama,” tulis Diskominfo dalam keterangan unggahannya.

Lebih lanjut, Kepala Diskominfo Kota Makassar Dr. Muhammad Roem
menjelaskan bahwa digitalisasi layanan publik ini merupakan bagian dari upaya mendukung visi Makassar Kota Dunia yang berbasis smart governance. “Kami ingin semua proses pelayanan, mulai dari komunikasi antarinstansi hingga respon aduan masyarakat, bisa dilakukan lebih cepat dan efisien melalui sistem digital,” ujarnya.

Selain itu, penerapan sistem digital juga dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Setiap laporan warga dapat dipantau secara real time, sehingga tindak lanjut dari instansi terkait dapat segera dilakukan.

Diketahui, Lontara+ merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yang kini terintegrasi dengan berbagai layanan digital Pemkot Makassar, termasuk kanal informasi, pengaduan publik, dan dokumentasi kegiatan pemerintah.

Harapan, ke depan, inovasi digital ini dapat semakin memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota. Dengan kemudahan akses informasi dan layanan publik, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan warga Makassar dapat terus tumbuh, membawa kota ini menuju tata kelola pemerintahan yang semakin cerdas, cepat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang bagaimana kita bersama membangun budaya pelayanan yang lebih baik untuk semua,” sambungnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *