Jelajah Sampah Makassar 2025, Kecamatan Bontoala Kumpulkan Hampir 300 Kg Sampah

Bn Online Makassar – Kecamatan Bontoala menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Program Makassar Bebas Sampah 2029 melalui kegiatan Jelajah Sampah Makassar 2025 yang memasuki hari ke-6, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah kecamatan, masyarakat, dan komunitas peduli lingkungan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Bontoala Andi Akhmad Muhajir Arif bersama Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Dalam sambutannya, keduanya menekankan pentingnya membangun budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan.

Dalam aksi bersih ini, sebanyak 299,45 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam 38 karung. Capaian tersebut mencerminkan tingginya semangat gotong royong serta kepedulian warga Kecamatan Bontoala terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tenant daur ulang, seperti Manggala Tanpa Sekat, Rumah Kreasi Ceceng, Tumpuk Sampah, dan Payabo, yang menghadirkan edukasi kreatif seputar pengolahan sampah, daur ulang, hingga pembuatan eco-enzyme.

Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan talkshow dan workshop edukasi persampahan bersama Dr. Eng. Irwan Ridwan Rahim, S.T., M.Si dari Dewan Lingkungan serta Juardi, S.E. dari Sub Koordinasi Edukasi, Promosi, Monitoring, dan Evaluasi Persampahan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai regulasi persampahan, edukasi berkelanjutan, hingga informasi lomba kebersihan kelurahan. Workshop “Langkah Kita” dari Rappo: Recycle Plastic turut menambah wawasan peserta tentang pengelolaan sampah plastik.

Camat Bontoala Andi Akhmad Muhajir Arif mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Jelajah Sampah bukan hanya aksi bersih-bersih, tetapi upaya membangun kesadaran kolektif dalam mengelola sampah dari sumbernya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi kebiasaan dan budaya di tengah masyarakat, sehingga semangat menjaga kebersihan lingkungan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui partisipasi aktif warga dan kolaborasi lintas sektor, Kecamatan Bontoala optimistis dapat menjadi wilayah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *