BN Online, Makassar— Banyak warganet kembali mempertanyakan alasan sejumlah layanan digital dan sistem keamanan masih menggunakan nama ibu kandung sebagai metode verifikasi identitas. Menanggapi hal tersebut, akun media sosial Kominfo Makassar mengunggah penjelasan pada Jumat (28/11/2025), yang memberikan gambaran historis dan alasan penting di balik penggunaan data tersebut.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa sejak dulu nama ibu kandung dianggap sebagai data yang paling privat dan paling aman untuk identifikasi. Informasi ini umumnya hanya diketahui oleh keluarga inti, sehingga sejak masa awal pengembangan sistem keamanan, data ini dipercaya mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan identitas.
Ternyata, kebiasaan menggunakan nama ibu kandung sebagai verifikasi sudah berlangsung sangat lama. Diketahui, tradisi ini bermula sekitar tahun 1882 pada sistem perbankan di negara-negara Barat. Pada masa itu, bank membutuhkan cara sederhana namun efektif untuk mengenali identitas nasabah dan nama ibu kandung dinilai sebagai informasi yang cukup rahasia dan jarang diketahui orang lain.
Kominfo Makassar juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati. “Jadi ingat-ki’, nama ibu kandung itu data pribadi sensitif. Jangan sembarang dibagi, apalagi di platform yang tidak resmi. Jaga data-ta’, jaga dirita’ dari kejahatan digital,” tulis akun tersebut dalam unggahannya. Pesan tersebut disertai tagar #MembangunKebersamaan serta referensi budaya “lontara”, sebagai simbol kearifan lokal dalam menjaga jejak informasi.
Selain itu, masyarakat diminta untuk lebih kritis saat menerima permintaan data pribadi, termasuk dari pihak yang mengatasnamakan institusi resmi. Edukasi literasi digital menjadi salah satu upaya penting untuk menekan angka kejahatan siber yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Kominfo Makassar berharap masyarakat dapat semakin waspada dan memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi. “Harapan kami, warga Makassar makin cerdas digital dan tidak mudah memberikan informasi penting ke pihak yang tidak jelas. Keamanan data adalah benteng pertama melawan penipuan online,”cetusnya.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, Kominfo menekankan perlunya inovasi metode verifikasi yang lebih aman, agar ketergantungan pada data sensitif seperti nama ibu kandung dapat berangsur berkurang.










