Antisipasi Cuaca Ekstrem, Disdik Makassar Terbitkan Surat Edaran Pembelajaran Daring

BN Online, Makassar– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (daring) untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah setempat. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/1/S.Edar/Disdik/1/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Satuan Pendidikan, Senin 12 Januari 2026.

Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP., M.Si., pada 12 Januari 2026, merupakan langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Alasan utama kebijakan ini adalah meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi menimbulkan genangan, banjir, dan angin kencang, sehingga dapat mengganggu keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

Surat edaran yang juga dilaporkan kepada Wali Kota Makassar ini ditujukan langsung kepada Kepala PAUD/TK, Kepala UPT SPF SD, dan Kepala UPT SPF SMP, baik Negeri maupun swasta di seluruh kota Makassar.

Isi dan Arahan Pokok Surat Edaran:

1. Pemberlakuan Daring: Satuan pendidikan yang terdampak banjir atau angin kencang diinstruksikan untuk meniadakan sementara pembelajaran tatap muka. Kegiatan belajar diganti secara daring hingga kondisi di sekolah dinyatakan aman dan air telah surut sepenuhnya.

2. Peran Guru: Para guru diharapkan tetap melaksanakan kewajiban mengajar sesuai jadwal. Pemberian materi dan tugas harus efektif, proporsional, dan disesuaikan dengan kondisi pembelajaran daring.

3. Kewajiban Murid: Seluruh murid diimbau untuk mengikuti pembelajaran daring dengan tertib dari rumah masing-masing.

4. Peran Orang Tua/Wali: Orang tua atau wali murid dimohon untuk aktif mengawasi serta memastikan anak-anaknya dapat mengikuti proses pembelajaran daring dengan baik dan optimal.

Dengan diterbitkannya surat edaran ini, Disdik Makassar berharap proses pembelajaran dapat tetap berjalan lancar meski di tengah kendala cuaca, tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kesehatan siswa, guru, serta seluruh tenaga pendidikan.*

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *