BN Online, Makassar –Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan dua puskesmas baru pada tahun 2026.
Masing-masing Puskesmas akan dialokasikan sekitar Rp5 miliar direncanakan akan dibangun di Puskesmas Kaluku Bodoa kelurahan Kecamatan Tallo dan Macini Sawah di Kecamatan Makassar.
Kepala Dinkes Makassar dr Nursaida mengatakan, pembangunan dilakukan karena kondisi bangunan lama sudah tidak layak dan tidak memungkinkan lagi untuk sekadar direnovasi.
“Bangunannya sudah berusia sekitar 20 sampai 25 tahun. Kalau direnovasi sudah tidak memungkinkan, jadi harus dibongkar dan dibangun baru,” ujarnya, Senin (02/02).
Ia menjelaskan, perencanaan proyek diminta sudah siap sejak awal tahun sebagai tindak lanjut atas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Perencanaan seharusnya Januari atau awal Februari sudah ready. LHP BPK menjadi warning kami, khususnya untuk Maccini Sawa,” ujar dr Ida nama karibnya.
Kata dr Ida, Dinkes mencatat adanya temuan terkait kehilangan sejumlah alat kesehatan yang dipengaruhi oleh kondisi bangunan yang tidak sesuai di puskesmas Macini Sawah.
“Itu menjadi atensi kami dan harus segera dibenahi,” tegasnya.
Sementara untuk Kaluku Bodoa, pembangunan baru dinilai mendesak karena wilayah itu rawan banjir dan memiliki beban layanan terbesar di Kota Makassar. “Kaluku Bodoa ini puskesmas dengan jumlah penduduk yang dilayani paling besar. Kapasitasnya tertinggi, jadi harus dimaksimalkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, bangunan puskesmas akan ditinggikan dan disesuaikan dengan elevasi jalan guna mengantisipasi banjir. “Bangunannya lebih rendah dari jalan, jadi harus ditinggikan dulu sebelum dibangun dua lantai,” jelasnya.
Dinkes Makassar kini meminta percepatan tahapan lelang atau mini kompetisi agar proyek dapat segera berjalan. “Saya minta percepatan persyaratan lelang supaya pembangunan bisa segera dilaksanakan,” imbuh dr Ida.*










