Pembinaan Muballigh Kota Makassar 2026 Digelar Empat Tahap, Libatkan 600 Peserta

BN Online, Makassar– Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melaksanakan Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar dalam empat tahap kegiatan dengan total peserta mencapai 600 orang.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, menjelaskan bahwa setiap kegiatan diikuti oleh sekitar 150 muballigh dan muballighah dari seluruh kecamatan di Kota Makassar.

“Kegiatan pembinaan muballigh ini dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan jumlah peserta sekitar 150 orang setiap kegiatan, sehingga total mencapai 600 muballigh dan muballighah se-Kota Makassar. Pembinaan ini kami rancang sebagai bekal menghadapi bulan suci Ramadan agar para muballigh semakin siap secara keilmuan, wawasan kebangsaan, dan pendekatan dakwah yang menyejukkan,” ujar Mohammad Syarief.

Ia menambahkan, pembinaan ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), alim ulama, hingga tokoh-tokoh keagamaan di Kota Makassar.

“Kami berharap pembinaan singkat ini dapat memberikan pencerahan dan memperkuat peran muballigh sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial menjelang Ramadan,” tambahnya.

Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 Kegiatan IV sekaligus penutupan rangkaian kegiatan dilaksanakan di Gedung Islamic Centre IMMIM, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan penutupan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Kabag Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief, Kepala Staf Kodim 1408/Makassar Letkol Inf Wahyu Yunus, perwakilan DPP IMMIM Dr. KH. Amirullah Amri, Ketua Yayasan Dana Islamic Centre Dr. Hj. Nur Fadli Fadeli Luran, Wakil Ketua DPW Muhammadiyah Sulsel KH. Sudirman, Ketua Baznas Kota Makassar Dr. H. M. Azhar Tamanggong, serta para muballigh dan muballighah se-Kota Makassar.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap para muballigh dapat menjadi agen dakwah yang moderat, menyejukkan, serta mampu memperkuat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *