SMPN 2 Makassar Perkuat Budaya Literasi, Cetak Generasi Cerdas dan Kritis

BN Online, Makassar — UPT SPF SMPN 2 Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan kreatif melalui penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler “Sahabat Literasi.”

Melalui program ini, para siswa tidak hanya diajak untuk gemar membaca, tetapi juga didorong untuk aktif berkarya serta mengekspresikan ide dan gagasan mereka baik secara tertulis maupun lisan.

Kepala UPT SPF SMPN 2 Makassar, Hartono, S.Pd, menyampaikan bahwa program Sahabat Literasi dirancang secara khusus untuk mengasah potensi bahasa siswa melalui berbagai kegiatan produktif dan kreatif.

“Program ini kami rancang untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi, mulai dari membaca, menulis, hingga berbicara di depan umum. Kami ingin literasi menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter siswa,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, komunitas Sahabat Literasi rutin menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan keterampilan literasi siswa. Beberapa agenda yang telah sukses dilaksanakan antara lain:

-Pelatihan Intensif, berupa workshop baca tulis puisi serta teknik menulis cerita pendek (cerpen).

-Kompetisi Internal, seperti lomba menulis dan membaca puisi, lomba menulis cerpen, hingga lomba pidato untuk melatih kepercayaan diri siswa.

-Pemilihan Duta Baca, yang berperan sebagai ikon penggerak minat baca di lingkungan sekolah.

Salah satu prestasi paling membanggakan dari komunitas ini adalah keberhasilan mereka dalam menerbitkan beberapa buku antologi puisi dan cerpen hasil kolaborasi antara guru dan siswa. Karya-karya tersebut di antaranya:

“Penguatan Budaya Lokal Makassar” (2022)
“Merawat Bumi Merdeka Sejati” (2025).
“Perjalanan Pendidikan: Jejak Guru dan Siswa” (2024)
“Kepemimpinan Inspiratif Meningkatkan Kreativitas Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Berpusat pada Murid” (2022).

Buku-buku tersebut menjadi bukti nyata semangat literasi yang tumbuh di lingkungan SMPN 2 Makassar, sekaligus menjadi karya yang mengabadikan ide, gagasan, serta pengalaman para guru dan siswa dalam bentuk tulisan.

Salah satu pembina ekstrakurikuler Sahabat Literasi menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup siswa.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan literasi sebagai gaya hidup, bukan sekadar tugas sekolah,” ujarnya.

Dengan hadirnya komunitas Sahabat Literasi, diharapkan para siswa UPT SPF SMPN 2 Makassar memiliki kemampuan komunikasi yang kuat, daya pikir kritis, serta kreativitas tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Lebih lanjut, pihak sekolah berencana untuk terus mengembangkan program literasi dengan memperluas kegiatan menulis, diskusi buku, serta kolaborasi penerbitan karya siswa agar semakin banyak potensi literasi yang dapat tersalurkan.

Diketahui, gerakan literasi di SMPN 2 Makassar juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung penguatan budaya membaca di kalangan pelajar serta membangun ekosistem pendidikan yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.

Harapan, melalui berbagai kegiatan literasi yang berkelanjutan, siswa tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga mampu menjadi penulis, pemikir, dan komunikator yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *