Sosialisasi Regulasi Baru, SDN Sangir Siap Raih Adiwiyata, Perkuat Kolaborasi Bersama SDI Maccini Sombala

BN Online, Makassar — UPT SPF SDN Sangir menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata melalui penguatan kerja sama dan dukungan dari sekolah pembina UPT SPF SD Inpres Maccini Sombala. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Telkom Makassar pada Sabtu (14/10/2025).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Sosialisasi Permen LH/BPLH No. 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Adiwiyata, mengusung tema “Bersama Mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan Menuju Kota Makassar Mulia.”

Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achy Soleman, S.STP., M.Si., yang juga merupakan Dewan Pembina Lingkungan Kota Makassar, para kepala sekolah, guru, staf, siswa-siswi, serta perwakilan PKM Tamalate.

Kepala UPT SPF SDI Maccini Sombala, Agustina Kantido, S.Pd., mengatakan bahwa program Adiwiyata bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Sekolah Adiwiyata adalah investasi jangka panjang. Kita membentuk budaya, bukan hanya program. Melalui pendampingan dan kolaborasi, kami optimistis UPT SPF SDN Sangir mampu memenuhi indikator yang ditetapkan dalam Permen LH/BPLH No. 5 Tahun 2025,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran sekolah pembina sangat strategis dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif, mulai dari penyusunan dokumen, pengelolaan sampah berbasis sekolah, hingga integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum.

Selain itu, dukungan dari pemerintah kota dan lintas sektor, termasuk PKM Tamalate, menjadi energi tambahan dalam memperkuat ekosistem sekolah yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Diketahui, Sekolah Adiwiyata merupakan program nasional yang mendorong terciptanya sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan. Melalui regulasi terbaru ini, pemerintah mempertegas standar penyelenggaraan serta indikator penilaian yang lebih komprehensif dan terukur.

Sambungnya, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut pada aksi nyata di lingkungan sekolah, seperti gerakan penanaman pohon, pengurangan sampah plastik, dan pembiasaan hidup bersih bagi seluruh warga sekolah.

Harapannya, UPT SPF SDN Sangir dapat menjadi salah satu sekolah percontohan Adiwiyata di Kota Makassar dan menginspirasi sekolah lain untuk turut bergerak.

Sementara itu, Kepala UPT SPF SDI Maccini Sombala, Agustina Kantido, S.Pd., kembali menegaskan pentingnya konsistensi dan komitmen seluruh elemen sekolah dalam menjaga keberlanjutan program.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa keberhasilan program Adiwiyata tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari perubahan perilaku dan budaya warga sekolah terhadap lingkungan.

Diketahui, sinergi antara sekolah pembina dan sekolah binaan menjadi salah satu kunci utama dalam mempercepat pencapaian target Sekolah Adiwiyata di Kota Makassar.

Harapan besar pun disampaikan agar gerakan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mewujudkan Makassar sebagai kota yang mulia, berbudaya lingkungan, dan berkelanjutan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *