BN Online, Makassar – Mengawali hari pertama masuk sekolah, UPT SPF SMPN 10 Makassar menggelar kegiatan Sholat Dhuha dan Tadarus Al-Qur’an sebelum proses belajar mengajar dimulai, Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 yang masuk pagi.
Kegiatan berlangsung khidmat di lingkungan sekolah dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, serta seluruh siswa-siswi. Momentum ini menjadi bagian dari pembiasaan karakter religius yang terus ditanamkan kepada peserta didik.
Kepala UPT SPF SMPN 10 Makassar, Drs. Syafri Hursasia SY., M.M., mengatakan bahwa kegiatan Sholat Dhuha dan Tadarus merupakan program rutin sekolah yang dilaksanakan sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kebersamaan kepada seluruh siswa sejak awal mereka memulai aktivitas belajar di sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pembiasaan ibadah di pagi hari diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih tenang, fokus, dan penuh keberkahan. Menurutnya, ketika hati dan pikiran sudah disiapkan melalui ibadah, maka proses pembelajaran di kelas akan berjalan lebih optimal.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara guru dan siswa setelah kembali beraktivitas di sekolah. Kebersamaan dalam beribadah dinilai mampu membangun ikatan emosional yang positif di lingkungan pendidikan.
Diketahui, program pembiasaan Sholat Dhuha dan Tadarus ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara terjadwal, khususnya bagi siswa yang masuk pagi. Sekolah berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi kegiatan tersebut sebagai bagian dari visi membentuk generasi yang berakhlak dan berprestasi.
Lanjutnya, pihak sekolah akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar dipahami dan dihayati oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan ke depan, kegiatan ini dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat, sehingga mampu menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.










