Pesantren Kilat di SMPN 52 Makassar, Bentuk Karakter Religius Siswa Selama Ramadhan

BN Online, Makassar–Bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi SMP Negeri 52 Makassar untuk meningkatkan pembinaan spiritual siswa melalui program Pesantren Kilat (Sanlat). Kegiatan pendidikan agama Islam intensif berdurasi pendek ini digelar di lingkungan sekolah, Kamis (26/2/2026), dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa.

Kepala UPT SPF SMPN 52 Makassar, Drs. Syamsuddin, M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman keagamaan siswa dalam waktu singkat namun padat materi.

“Pesantren kilat ini bertujuan membentuk karakter Islami, meningkatkan ketaqwaan, kemandirian, serta pemahaman ibadah siswa secara praktis,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Selama pelaksanaan sanlat, para siswa dibekali berbagai materi keagamaan fundamental. Mulai dari praktik ibadah seperti tata cara wudhu yang benar, shalat, hingga tayamum. Tidak hanya itu, pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, aqidah, akhlak mulia, dan kisah-kisah para nabi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.

Suasana religius semakin terasa dengan beragam aktivitas ibadah yang dilakukan secara berjamaah. Setiap pagi, siswa melaksanakan shalat Dhuha bersama sebelum memulai kegiatan. Selama bulan Ramadhan, mereka juga mengikuti shalat Tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan secara bergantian oleh siswa.

Lebih lanjut, panitia juga menyiapkan agenda buka puasa bersama yang mempererat tali silaturahmi antar siswa dan guru. Untuk menambah semangat, berbagai lomba keagamaan seperti adzan, cerdas cermat Islam, dan kaligrafi turut memeriahkan rangkaian pesantren kilat.

Pesantren kilat yang dilaksanakan selama beberapa hari di bulan Ramadhan ini dinilai menjadi solusi efektif untuk mengisi waktu libur atau kegiatan bulan puasa dengan hal-hal positif.

“Pesantren kilat menjadi sarana efektif bagi siswa di sekolah untuk memberikan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus religius,” tambah Drs. Syamsuddin.

Selain itu, ia berharap program ini dapat membiasakan siswa untuk menerapkan nilai-nilai Islam tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah dan masyarakat.

Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, Pesantren Kilat di SMPN 52 Makassar diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan istiqamah dalam menjalankan ibadah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *