Aksi Cepat Dinkes Makassar: Bantuan Logistik dan 7 Posko Kesehatan Siaga

BN Online, Makassar—Di tengah cuaca ekstrem yang masih mengguyur Kota Makassar, sebuah gerakan kemanusiaan hadir membawa harapan. Keluarga Besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga terdampak banjir melalui aksi sosial yang dipusatkan di Jalan Bukamata Raya, tepatnya di Masjid Nurul Ikhlas, BTN Kodam 3 Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya.

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terisolasi maupun yang berada di pengungsian dapat terpenuhi tanpa menunggu waktu lama. Di tengah genangan dan akses terbatas, bantuan menjadi denyut harapan bagi ratusan kepala keluarga.

Bantuan Lengkap, Dari Pangan hingga Kesehatan

Adapun bantuan yang disalurkan oleh Keluarga Besar Dinkes Makassar meliputi:

1. Bahan Pangan Pokok
Beras, mie instan, telur, dan ikan kaleng untuk menjaga ketahanan pangan warga.

2. Kebutuhan Bayi & Anak
Susu, popok, serta makanan pendamping guna memastikan kelompok rentan tetap terlindungi.

3. Kesehatan & Higiene
Air mineral, pembalut, serta minyak kayu putih untuk menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh di tengah kondisi pascabanjir.

4. Perlengkapan Tidur
Selimut hangat bagi para pengungsi yang bermalam di tempat penampungan darurat.

“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dari seluruh keluarga besar Dinas Kesehatan. Kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir, khususnya di wilayah Paccerakkang,” ujar dr. Ahmad Asy’arie di lokasi penyerahan.

Siagakan 7 Posko Kesehatan, Layanan 24 Jam

Tak berhenti pada distribusi logistik, Dinkes Kota Makassar juga bergerak cepat dengan mendirikan Posko Kesehatan Penanggulangan Banjir. Posko-posko ini melibatkan tenaga medis dari berbagai Puskesmas dan tersebar di tujuh titik strategis:

Masjid Nurul Ikhlas
Masjid Lailatul Qadar
Kantor Lurah Paccerakkang
SDN Paccerakkang
Masjid Al-Muttaqin
Masjid Jabal Nur
Makkah Al-Mukarramah

Layanan kesehatan ini disiapkan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir seperti penyakit kulit, ISPA, gangguan pencernaan, hingga memberikan pertolongan pertama bagi warga yang membutuhkan evakuasi medis.

Hingga saat ini, tim medis terus bersiaga 24 jam penuh di titik-titik tersebut, memantau kondisi kesehatan warga di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Di balik derasnya air dan mendung yang menggantung, solidaritas menjadi cahaya. Aksi Dinkes Makassar membuktikan bahwa di saat krisis, kepedulian adalah kekuatan terbesar sebuah kota.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *