Kebersamaan dan Sinergitas Terjalin dalam Buka Puasa Bersama dan Tasyakuran 7 Bulanan di Makassar

BN Online, Makassar– Suasana hangat penuh keakraban terasa kental saat pemerintah daerah, anggota legislatif, aparat penegak hukum, dan masyarakat Kota Makassar berkumpul dalam acara buka puasa bersama yang juga dirangkai dengan tasyakuran 7 bulanan, Jumat (6/3/2026) malam. Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi dan kebersamaan di tengah bulan suci Ramadan.

Acara diawali dengan tausiyah singkat yang menyejukkan hati menjelang waktu berbuka, dilanjutkan dengan doa bersama untuk kelancaran dan keselamatan proses kehamilan yang sudah memasuki bulan ketujuh. Para undangan tampak larut dalam obrolan ringan sambil menikmati hidangan pembuka puasa, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental di antara para pemangku kepentingan dan warga.

Ketua DPRD Kota Makassar dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, momen tasyakuran ini bukan hanya wujud doa bagi calon ibu dan bayinya, tapi juga sarana ampuh untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran pemerintahan, legislatif, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa meskipun kita berbeda fungsi dan peran, kita tetap satu dalam kebersamaan dan kepedulian sosial, terlebih di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Tak ketinggalan, Wali Kota Makassar turut memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut, kegiatan ini bukan sekadar bernuansa religius, tetapi juga sukses membangun kebersamaan dan sinergi antarelemen pemerintahan dan warga di bulan suci ini. “Ini contoh nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam bentuk program, tapi juga dalam kebersamaan yang tulus,” ungkapnya.

Sederet nama penting turut hadir, mulai dari anggota DPRD Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan, para camat dan lurah, hingga tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran aparat penegak hukum seperti perwakilan kepolisian dan kejaksaan juga menambah semarak acara, menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga berjalan harmonis.

Selain itu, Kepala UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat, Muh. Saleh, S.Pd., M.Pd., ikut menunjukkan dukungan dari insan pendidikan. “Ramadan harusnya jadi ajang pererat ukhuwah dan kuatkan nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian sosial,” ujar Muh. Saleh saat ditemui di sela acara.

Diketahui, tasyakuran 7 bulanan atau yang dalam tradisi lokal sering disebut mappasikarawa ini merupakan ritual doa bersama untuk memohon keselamatan bagi ibu dan janin yang memasuki usia kehamilan tujuh bulan. Dengan mengemasnya dalam acara buka puasa bersama, nilai-nilai tradisi dan religius berpadu menjadi momen yang penuh makna.

Sambungnya, kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya berhenti pada momen Ramadan, tetapi bisa menjadi agenda rutin yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Kami berharap sinergi yang sudah terbangun ini terus terpelihara, karena pada akhirnya kebersamaanlah yang akan membawa Makassar menjadi kota yang lebih baik,” tambah Muh. Saleh.

Lebih lanjut, para tokoh yang hadir sepakat bahwa kegiatan kebersamaan seperti ini menjadi fondasi penting bagi Kota Makassar yang harmonis, religius, dan penuh semangat gotong royong. Apalagi di tengah dinamika politik dan pemerintahan, momen saling bertemu dan berbincang tanpa sekat mampu mencairkan ketegangan dan memperkuat rasa persaudaraan.

Harapannya, nilai-nilai kebersamaan yang tercipta dalam acara ini dapat terus diimplementasikan dalam kebijakan dan program pembangunan Kota Makassar. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, dan masyarakat, segala tantangan pembangunan diyakini dapat dihadapi dengan lebih mudah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *