BN Online, Makassar – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif dan meningkatkan pemahaman keagamaan siswa, UPT SPF SD Inpres Toddopuli I menggelar kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 5 hingga 7 Maret 2026 ini, diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas.
Diikuti oleh puluhan siswa yang dibagi dalam beberapa kelompok belajar, pesantren kilat ini dirancang untuk memberikan pendidikan agama secara intensif namun tetap menyenangkan. Materi yang diajarkan meliputi baca tulis Al-Qur’an, hafalan doa harian, tata cara shalat, serta kultum (kuliah tujuh menit) yang melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan umum. Suasana sekolah pun berubah menjadi lebih khusyuk dengan lantunan ayat suci yang menggema di setiap ruang kelas.
Kepala UPT SPF SD Inpres Toddopuli I, Zusanti, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di sela-sela kegiatan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya program tahunan ini. “Kegiatan pesantren kilat ini adalah agenda rutin kami setiap bulan Ramadan. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan pembelajaran sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat, serta membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia. Alhamdulillah, antusiasme anak-anak sangat luar biasa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Zusanti menjelaskan bahwa pada hari pertama dan kedua, siswa difokuskan pada pendalaman materi keagamaan di dalam kelas. Sementara itu, pada hari ketiga atau puncak acara, digelar aksi sosial berupa pengumpulan donasi yang kemudian disalurkan kepada anak yatim piatu di sekitar lingkungan sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga mengundang para orang tua siswa untuk hadir pada hari terakhir. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antara guru, siswa, dan wali murid dalam nuansa kebersamaan di bulan penuh berkah.
Diketahui, kegiatan pesantren kilat dibimbing langsung oleh para guru agama Islam di sekolah tersebut, dibantu oleh beberapa guru kelas. Metode pembelajaran yang interaktif dipilih agar siswa tidak mudah bosan, seperti belajar sambil bermain dan praktik ibadah langsung.
Lanjutnya, Kepala Sekolah menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program keagamaan di masa mendatang. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan taqwa,” tandasnya.
Harapan dari kegiatan ini, Zusanti berpesan agar ilmu yang didapatkan selama pesantren kilat dapat diamalkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. “Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua dan melahirkan generasi muda yang Qur’ani,” tutupnya.















