Gladi Bersih TKA 2026 di SDI Bawakaraeng Makassar Berlangsung Lancar, Siswa Kelas VI Siap Hadapi Ujian

BN Online, Makassar– UPT SPF SDI Bawakaraeng Makassar sukses menggelar kegiatan gladi bersih Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 9 hingga 12 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI, didampingi oleh proktor dan teknisi, sebagai tahapan persiapan penting sebelum pelaksanaan ujian utama.

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) murid jenjang SD dan SMP kembali memasuki babak baru. Murid mulai menjalani tahapan gladi bersih TKA, sebelum libur sekolah lebaran tiba. Namun, sebenarnya apa itu gladi bersih TKA? Secara umum, gladi bersih TKA masuk dalam tahapan persiapan sebelum ujian utama dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis, sarana prasarana, serta mental peserta didik dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Kepala UPT SPF SDI Bawakaraeng, Ismamiar, S. Ag, mengatakan bahwa gladi bersih ini menjadi momen krusial untuk menguji kesiapan sekolah, baik dari sisi peserta maupun infrastruktur teknologi.

“Alhamdulillah, selama empat hari pelaksanaan gladi bersih TKA, seluruh siswa kelas VI menunjukkan antusiasme dan keseriusan yang tinggi. Kami juga didukung oleh proktor dan teknisi yang kompeten, sehingga pelaksanaan gladi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ini membuktikan bahwa UPT SPF SDI Bawakaraeng siap melaksanakan TKA utama nanti,” ujar Ismamiar dengan penuh rasa syukur.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gladi bersih TKA tidak hanya sekadar simulasi menjawab soal, tetapi juga mencakup uji coba seluruh sistem pendukung. Para siswa diperkenalkan dengan antarmuka aplikasi ujian, tata tertib pelaksanaan, serta mekanisme pengisian jawaban. Proktor dan teknisi juga bertugas memastikan seluruh perangkat komputer, jaringan internet, dan server pendukung berfungsi dengan optimal.

“Kami melakukan simulasi dari awal hingga akhir, mulai dari login siswa, pelaksanaan ujian, hingga submit jawaban. Ini penting agar saat ujian utama nanti, tidak ada lagi kegugupan atau kebingungan teknis dari para siswa. Mereka sudah familiar dengan sistem dan bisa fokus penuh pada soal-soal yang diujikan,” tambah Ismamiar.

Disisi lain, gladi bersih ini juga menjadi ajang evaluasi bagi para guru dan panitia. Dengan mengidentifikasi potensi kendala sejak dini, sekolah dapat segera melakukan perbaikan dan penyesuaian. Misalnya, jika ditemukan perangkat yang bermasalah atau koneksi internet yang tidak stabil, tim teknis dapat segera melakukan antisipasi sebelum ujian utama dimulai. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa gladi bersih adalah “dress rehearsal” yang harus mencerminkan kondisi ujian yang sesungguhnya.

Diketahui, Tes Kompetensi Akademik (TKA) merupakan instrumen evaluasi yang penting untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa di akhir jenjang pendidikan. Hasil TKA tidak hanya menjadi indikator keberhasilan siswa dalam menyerap materi pelajaran, tetapi juga menjadi bahan refleksi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk jenjang SD, TKA biasanya mencakup mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam, meskipun komposisinya dapat disesuaikan dengan kebijakan daerah masing-masing.

Harapan dari kegiatan gladi bersih ini, menurut Ismamiar, adalah agar para siswa dapat tampil percaya diri dan meraih hasil terbaik dalam TKA utama nanti.

“Kami berharap seluruh siswa kelas VI dapat memanfaatkan pengalaman gladi bersih ini dengan baik. Jangan anggap remeh, tetapi juga jangan terlalu tegang. Fokus, belajar dengan tekun, dan jaga kesehatan. Kami para guru dan orang tua akan terus mendukung dan mendoakan. Semoga ujian utama nanti berjalan lancar dan seluruh siswa UPT SPF SDI Bawakaraeng dapat meraih prestasi yang membanggakan,” tutup Ismamiar dengan penuh harap.

Dengan suksesnya gladi bersih ini, UPT SPF SDI Bawakaraeng Makassar optimis menghadapi pelaksanaan TKA utama yang dijadwalkan setelah libur Lebaran. Kesiapan teknis dan mental yang telah teruji melalui gladi bersih diharapkan mampu membawa hasil yang optimal bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *