BN Online, Makassar–Hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Januari 2022, di peringati oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kec.Makassar dengan melaksanakan Upacara dan Rapat Koordinasi. Senin (17/01/22)
Adapun agenda bulanan untuk tahun baru ini, K3S Kec.Makassar menghadirkan Bapak Kadis Pendidikan Kota Makassar H.Muhyiddin, S.E., M.M. menjadi Inspektur Upacara dan memberikan pengarahan saat Rakor K3S Kec.Makassar.
Kegiatan tersebut di laksanakan di UPT SPF SD KIP Baya-Baraya II yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Ibu Indarwati. Hadir sebagai peserta upacara adalah kepala sekolah dan perwakilan guru dari sekolah SD Negeri dan Swasta se Kecamatan Makassar.
Sejak dilantik sebagai Kadis Pendidikan Per 31 Desember 2021, ini adalah kali pertama beliau hadir menjadi Inspektur Upacara dan Rakor K3S kata Bapak Ahmad sekretaris K3S Kec.Makassar.
Dalam sambutannya, bapak Kadis menyampaikan bahwa di dinas pendidikan dirinya adalah Wajah Baru Stok Lama. Sebab mengabdi di Dunia pendidikan adalah jalur pengabdiannya terhitung terangkat sebagai PNS pada 1 Januari 1994 di Jeneponto, dan sampai sekarang akan terus berbuat yang terbaik untuk kemajuan pendidikan khususnya di Kota Makassar.
Beliau juga meminta kepada seluruh guru dan keluarga besar dinas pendidikan, untuk bekerjasama. Kami bukan hanya sekadar Kadis, tapi juga sebagai mitra pendidikan.
Beberapa poin yang disampaikan oleh bapak Kadis Pendidikan saat memberikan arahan kepada peserta Upacara maupun Rakor K3S Kec.Makassar diantaranya :
- Pada hari pertama kerja setelah beliau dilantik sebagai Kadis langsung mengadakan Rakor bersama K3S, MKKS, Pengawas sekolah terkait SKB 4 Menteri untuk menetapkan Kondisi PTMT di kota Makassar. Dengan tetap memperhatikan Prokes 100% pembelajaran dilaksanakan tiap hari dengan tetap memperhatikan 50% jumlah siswa setiap sip dan siswa hanya selama 3 jam berada di sekolah.
- Saat mulai proses itu, kami melakukan pemantauan langsung. Juga meminta laporan pelaksanaan selama seminggu untuk di evaluasi. Sehingga sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 20 perkelas tidak perlu di bagi dalam 2 sip.
- Proses pendidikan yang dilaksanakan selama didalam kelas haruslah dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran sesuai dengan prinsip merdeka belajar seperti yang dilakukan oleh para guru Penggerak dan Sekolah Penggerak.
- Pengawas akan melakukan supervisi akademik terkhusus kepada guru Kontrak dan Guru P3K agar membentuk komitmen untuk benar-benar memajukan sekolah. Supervisi ini adalah bentuk motivasi kepada para guru untuk berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaiknya.
- Seluruh warga dinas pendidikan bekerja bersama untuk mewujudkan Visi Misi Pendidikan Kota Makassar dengan menyukseskan 18 Revolusi Pendidikan di satuan kerja masing-masing.
- Semua anak harus sekolah adalah merupakan tanggungjawab pemerintah. Tugas orangtua adalah persiapkan anaknya untuk sekolah, jangan sampai ada orangtua yang menghalang-halangi anaknya untuk sekolah.
- Membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan agar anak-anak Makassar dapat lanjut sampai tingkat SMA/SMK.
- Saya akan terbuka kepada siapa saja yang mempunyai ide cemerlang untuk memajukan pendidikan. Mari kita berdiskusi agar semakin cepat proses perbaikan itu.
- Terkait vaksinasi, kita senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah kota, karena saat ini vaksinasi masih menuntaskan lansia, nanti setelah itu baru kita programkan untuk semua peserta didik. Tentu sebelumnya harus di Screening apakah layak vaksin atau tidak.
- Khusus untuk Covid Varian baru, diharapkan kepada satgas Covid untuk memastikan orangtua Walimurid untuk tidak berada di lingkungan sekolah pada jam-jam pelajaran. Anaknya diantar ke sekolah kemudian pulang. Nanti dijemput setelah proses pembelajaran selesai.
- Kepada guru dan kepala sekolah, harap mendidik dan membina anak-anak agar bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai sembarang memposting yang mencederai sistem pendidikan yang selama ini kita bangun bersama.
- Harus membangun kerjasama antara guru di sekolah dengan orangtua dalam pendidikan anaknya. Program Jagai Anakta akan sukses jika kolaborasi itu terjalin dengan baik.
- Program Penguatan Karakter akan menjadi prioritas kita bersama. Sehingga terwujud generasi muda kota Makassar yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila.
- Komunikasi yang baik dan saling percaya antara guru, orangtua, dan masyarakat. Jangan ada saling curiga dan mencurigai. Utamakan mengekspos hal-hal positif terkait capaian dalam proses pendidikan. Jangan justru hal jelek yang selalu di ekspos, sehingga anak-anak tumbuh dalam nuansa negatif.
- Semua warga dinas pendidikan harus kompak bekerja. Bekerja satu komando, dan bekerja dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.
- Semua Gugus, KKG, MGMP harus kembali diaktifkan kembali. Tak boleh lagi ada yang tidur sehingga tidak memberdayakan guru-guru dalam meningkatkan kompetensinya.
- Satu sekolah dua guru inovator bukan hanya sekadar wacana, tetapi akan kita wujudkan bersama. Dinas Pendidikan bukan lagi hanya pemantau, tetapi kami akan turun langsung memastikan semua terlaksana.
- Kepada guru, harus saling kompak dalam mengangkat harkat dan martabat guru. Melalui organisasi Profesi Guru yang ada, menjadi wadah peningkatan kompetensi dan melindungi harkat dan martabat guru. Sekaligus menjadi advokat terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh guru.
Selanjutnya beliau berharap dan mendoakan agar di tahun baru ini kita senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dan terjaga serta terhindar dari Covid-19.
Insyaallah, kami siap mendukung apa yang menjadi prioritas dinas Pendidikan Kita Makassar bersama semua Kepala Sekolah SE Kec. Makassar kata Muhammad Tallasa (Ketua K3S Kec.Makassar).
Kepala sekolah dan guru-guru di kecamatan Makassar siap mendukung dan mewujudkan program satu sekolah dua guru Inovator. Saya bersama teman-teman juga siap memberikan pelatihan kepada para guru agar dapat menghasilkan berbagai Inovasi dalam bentuk karya maupun menulis buku, kata Alphian Sahruddin yang merupakan salah satu guru Inovator Kota Makassar yang kini menjadi plt.kepala sekolah di SD Negeri Bawakaraeng 1 Makassar.(*/red)