BN Online, Makassar-–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar belum menyiapkan langkah khusus untuk mengantisipasi kasus hepatitis. Kasus hepatitis misterius yang menyerang anak-anak ini telah ditemukan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinkes Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengatakan pihaknya telah meneruskan surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Pastinya puskesmas semuanya akan mengantisipasi melalui SKDR (sistem kewaspadaan dini dan respons)-nya,” kata Nursaidah, kemarin.
Nursaidah berujar, kewaspadaan untuk kasus hepatitis misterius baru berfokus pada surat edaran dari Kemenkes. Pihaknya akan melihat situasi selanjutnya.
“Belum ada kesiapan yang berarti sebenarnya. Cuma memang kewaspadaan itu yang terus ditingkatkan. Dengan edaran yang diberikan oleh kementerian kesehatan,” tuturnya.
Kemenkes telah mengeluarkan surat edaran (SE) nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.
SE itu dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.
Surat edaran itu menyusul ditemukannya tiga pasien anak meninggal dengan dugaan Hepatitis Akut setelah dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia. (*)















