BN Online, Makassar–‘Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar akan mengakselerasi kelengkapan administrasi kependudukan warga Makassar.
Kepala Disdukcapil Makassar, Muhammad Hatim, mengatakan pada dasarnya pihaknya telah melakukan upaya akselerasi.
Namun, kali ini Disdukcapil akan kembali menggenjot lantaran kesadaran warga akan kelengkapan dokumen Kependudukan dinilai belum maksimal.
Termasuk di antaranya tetap melakukan pelayanan pada akhir pekan, Sabtu-Minggu. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan bagi warga yang sibuk saat hari kerja.
Selanjutnya, pelayanan juga akan difokuskan bagi warga di sekitar lorong wisata yang telah ditetapkan. Khusus pekan ini akan dilakukan di lorong wisata yang ada di Kecamatan Mariso.
“Nantinya kami turun memastikan bahwa penduduk di sekitar sudah lengkap dokumen penduduknya,” ucap Hatim dalam sambutannya ketika Ketua Tim Penggerak PKK Makassar, Indira Jusuf Ismail, berkunjung di kantornya, Kamis (9/6/2022).
Kunjungan ini dalam rangka untuk menjalin kerja sama dengan Disdukcapil Makassar terkait kelengkapan administrasi kependudukan.
Selain itu, Disdukcapil telah mengoperasikan mesin ADM sejak Mei yang lebih memudahkan warga dalam mengurus dokumen di masing-masing kecamatan.
Untuk kerja sama dengan dasawisma, kata Hatim, nantinya akan dilihat bagaimana aturannya.
“Kami akan mengkaji terlebih dahulu karena dalam penyandingan data ada tata tertib mekanisme pemanfaatan data yang ada di dalam Kemendagri maupun di Dirjen Dukcapil,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar, Indira Jusuf Ismail, menyebut perlunya mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kelengkapan administrasi kependudukan.
“Karena bagaimana pun canggihnya teknologi kalau masyarakat tidak tahu, percuma,” tutur istri Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto ini.
Dia mengatakan, pembinaan dasawisma telah selesai dilakukan. Saat ini tengah mengumpulkan data di masyarakat.
“Ini baru kita aktifkan kembali. Belum satu bulan alhamdulillah data yang masuk sudah lebih 50 persen. Nanti kita akan lihat, kita laporkan kepada Pak Wali dan semua dinas boleh melihat,” jelasnya. (*)















