BN Online, Makassar– UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar sukses menggelar acara edukatif bertajuk “Membangun Generasi Anti-Bullying di Masa Depan” pada Kamis (28/11). Acara yang berlangsung pukul 09.00–12.30 WITA di Aula sekolah ini merupakan bagian dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sekaligus proyek mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM)., Kamis 28 November 2024.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar, Muhammad Ashar Kadir, S.Pd., M.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Novita Maulidya Jalal, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang juga menjadi narasumber utama, mahasiswa KKP Fakultas Psikologi UNM, serta perwakilan siswa dari setiap kelas.
Kegiatan diawali dengan sambutan resmi dari Kepala Sekolah. Dalam pidatonya, beliau menegaskan pentingnya memahami bullying, dampaknya, dan peran siswa dalam mencegah perilaku tersebut di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, siswa-siswi UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar tidak hanya menjadi peserta talkshow ini, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh untuk menjadi generasi anti-bullying di masa depan,” ujar Muhammad Ashar Kadir.
Sesi utama berupa talkshow interaktif dipandu oleh Ibu Novita Maulidya Jalal. Beliau memberikan psikoedukasi tentang berbagai jenis bullying, dampak psikologis yang dirasakan korban, serta strategi efektif untuk pencegahan dan penanganan kasus bullying. Para siswa terlihat antusias mengikuti diskusi, dengan aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman pribadi terkait bullying.
Acara ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan ramah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mampu menanamkan budaya anti-bullying yang kuat dan mendorong siswa menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bebas bullying,” ujar Ibu Novita.
Dengan semangat membangun generasi anti-bullying, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa. “Membangun Generasi Anti-Bullying” bukan hanya sekadar tema, tetapi juga komitmen bersama yang akan terus diwujudkan oleh seluruh elemen sekolah.















