UPT SPF SMP Negeri 1 Makassar Terapkan Ujian Digital, Tingkatkan Literasi dan Efisiensi

BN Online, Makassar–Pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil berbasis Android di UPT SPF SMP Negeri 1 Makassar telah memasuki hari ketiga pada Rabu, 4 Desember 2024. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai dari Senin, 2 Desember hingga Jumat, 6 Desember 2024, ini diselenggarakan secara digital menggunakan teknologi berbasis Android.

Ujian ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9. Para siswa mengerjakan soal melalui perangkat smartphone atau tablet yang disediakan oleh pihak sekolah. Dalam pelaksanaannya, para guru mengawasi secara ketat di setiap ruangan untuk memastikan ujian berlangsung dengan tertib dan lancar.

Kepala UPT SPF SMP Negeri 1 Makassar, Dr. Suaib Ramli, S. Pd, M. Pd, menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa sekaligus menciptakan efisiensi dalam pelaksanaan ujian.

“Pelaksanaan ujian berbasis Android ini merupakan langkah kami untuk mengintegrasikan teknologi dalam sistem pendidikan. Dengan metode ini, kami berharap dapat mendorong siswa lebih siap menghadapi tantangan era digital serta membiasakan mereka dengan sistem berbasis teknologi,” ujar Dr. Suaib Ramli.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program transformasi pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah.

“Kami juga berharap dengan pelaksanaan ujian berbasis digital ini, siswa dapat lebih fokus, efisien, dan terhindar dari kemungkinan kecurangan. Selain itu, sekolah juga dapat lebih mudah dalam pengelolaan data hasil ujian secara akurat dan cepat,” tambahnya.

Pelaksanaan ujian ini diapresiasi oleh siswa dan orang tua karena dinilai lebih modern dan relevan dengan kebutuhan zaman. Namun, sekolah tetap memberikan pendampingan kepada siswa yang belum terbiasa dengan sistem digital.

Dengan berakhirnya ujian pada Jumat mendatang, pihak sekolah berencana mengevaluasi pelaksanaan SAS berbasis Android ini untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya di masa depan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Kota Makassar untuk mengadopsi teknologi dalam dunia pendidikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *