BN Online, Makassar—UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar menggelar Workshop Penerapan Pendekatan Deep Learning dan Penyusunan Soal Ujian Sekolah Tahun 2025 pada Kamis (10/04/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran guru dan staf sekolah, dengan menghadirkan pemateri ahli Dr. Raisuddin dan Muhlis, S.Pd., M.Pd., untuk memperkuat kompetensi pedagogik tenaga pendidik dalam menyongsong ujian sekolah.
Workshop yang berlangsung di aula sekolah tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala UPT SPF SMPN 6 Makassar, Muh. Ashar Kadir, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran dan penyusunan instrumen evaluasi yang berkualitas. “Tahun 2025 adalah tahun percepatan transformasi pendidikan. Guru harus mampu mengintegrasikan pendekatan deep learning* untuk membentuk siswa yang kritis, kreatif, dan solutif,” ujarnya.
Muh. Ashar Kadir berharap workshop ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran berbasis pemahaman mendalam (deep learning). “Harapan kami, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil ujian, tetapi juga membangun karakter siswa yang mampu berpikir holistik dan berkolaborasi,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan soal ujian sekolah harus mengacu pada prinsip HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan sesuai dengan kebutuhan kurikulum terbaru. “Soal ujian bukan sekadar alat ukur, tetapi juga refleksi proses pembelajaran. Karena itu, kami ingin soal yang disusun mampu mendorong siswa berpikir tingkat tinggi,” tegasnya.
Selain itu, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi kepada kedua pemateri, Dr. Raisuddin (akademisi bidang pendidikan) dan Muhlis, S.Pd., M.Pd. (praktisi kurikulum), yang membagikan strategi implementasi deep learning dan teknik penyusunan soal berbasis literasi numerasi. “Dukungan dari pakar seperti ini sangat penting untuk memastikan guru tetap update dengan perkembangan metodologi pendidikan,” paparnya.
Sambungnya, usai workshop, pihak sekolah akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti rekomendasi materi pelatihan. “Kami akan menyusun action plan untuk memastikan pendekatan deep learning, diimplementasikan secara sistematis, termasuk melalui pendampingan antarguru,” tutup Muh. Ashar Kadir.
Dr. Raisuddin, salah satu pemateri, dalam sesinya menekankan bahwa deep learning bukan sekadar metode, tetapi filosofi pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konseptual dan keterampilan aplikatif. “Guru perlu mendesain aktivitas belajar yang memicu siswa mengeksplorasi, menganalisis, dan menciptakan solusi dari masalah nyata,” jelasnya.
Sementara itu, Muhlis, S.Pd., M.Pd., memandu peserta workshop dalam praktik penyusunan soal ujian yang mengintegrasikan konteks lokal Makassar. “Soal ujian harus relevan dengan kehidupan siswa. Misalnya, menggunakan kasus pengelolaan sampah di Kota Makassar sebagai bahan analisis,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi kelompok dan presentasi rancangan soal oleh guru. Melalui workshop ini, UPT SPF SMPN 6 Makassar berkomitmen memastikan kesiapan siswa menghadapi ujian sekolah sekaligus memperkuat budaya inovasi di kalangan pendidik.