BN Online, Makassar– Suasana berbeda terasa di UPT SPF SD Negeri Layang IV/72 pada Jumat pagi. Semangat hijau menyelimuti setiap sudut sekolah saat seluruh guru dan staf mengikuti pembinaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), sebagai bagian dari komitmen menuju predikat Sekolah Adiwiyata 2025.
PBLHS: Bukan Sekadar Program, Tapi Sebuah Gerakan Nyata
Dalam pembinaan yang berlangsung di aula sekolah, Wahyud Munim Anugra, S.T. dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar menegaskan pentingnya dokumentasi aksi nyata dalam PBLHS. “Setiap kegiatan lingkungan—mulai dari bersih-bersih, pengomposan, hingga penghijauan—harus terekam dalam dokumentasi 2–4 foto sebagai bukti keseriusan sekolah,” ujarnya dengan gaya interaktif yang membangkitkan antusiasme peserta.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua K3S Kecamatan Bontoala, Dra. Iis Yumirah, M.Pd., yang memberikan dukungan moral kepada seluruh warga sekolah. “Saya yakin SD Negeri Layang IV/72 mampu kembali menjadi sekolah percontohan seperti dahulu. Ini saatnya kita bangkit bersama melalui PBLHS,” ungkapnya penuh semangat.
Ketua Tim Adiwiyata sekolah, Fadly Afandi, S.Pd., menambahkan bahwa keberhasilan tidak bisa dicapai sendiri. “Kita butuh tim yang solid, bukan superman. Kebersamaan adalah kunci menuju Adiwiyata,” ujarnya dalam sambutannya., pada Kamis (17/4/25).
Kepala UPT SPF SD Negeri Layang IV/72, Agus, S.Pd., menyampaikan bahwa perubahan yang dilakukan saat ini adalah investasi jangka panjang. “Kita tidak hanya mengejar sertifikasi. Ini soal menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak,” katanya.
Beberapa wujud nyata transformasi lingkungan sekolah yang telah terlihat antara lain:
Area taman sekolah yang semakin rindang dan hijau
Pengelolaan sampah yang lebih sistematis dan terintegrasi
Kebersihan toilet yang lebih terjaga dan nyaman
Rencana Aksi Menuju Adiwiyata Provinsi
Sekolah juga telah merancang roadmap Adiwiyata yang konkret, meliputi:
Pemantauan bulanan oleh tim lingkungan
Program Jumat Bersih yang menjadi budaya
Edukasi lingkungan melalui integrasi kurikulum
Kerja sama dengan orang tua dalam program penghijauan
“Kami ingin PBLHS menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan tahunan,” tegas salah seorang guru dengan penuh keyakinan.
Dengan mengusung semangat “Satu Langkah Hijau untuk Masa Depan Lebih Baik”, SD Negeri Layang IV/72 telah menunjukkan komitmennya sebagai pionir sekolah hijau di Makassar. Langkah nyata ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk ikut bergerak menuju pendidikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.