BN Online, Makassar– UPT SPF SD Negeri Bulurokeng Makassar berhasil mencuri perhatian dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 setelah terpilih mewakili kecamatan dari 37 sekolah negeri se-wilayah. Sekolah ini unjuk kebolehan melalui pertunjukan tarian tradisional Gandrang Bulo, sebuah kesenian khas Sulawesi Selatan yang sarat makna kebersamaan dan kegembiraan. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang berlokasi di kawasan Bulurokeng tersebut.
Kepala UPT SPF SDN Bulurokeng Makassar, Muh. Yusuf, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan ini. “Ini adalah kehormatan bagi kami. Dari 37 sekolah negeri di kecamatan, SDN Bulurokeng dipercaya untuk tampil di tingkat kota. Ini bukti bahwa semangat melestarikan budaya tidak pernah padam di sini,” ujarnya dengan antusias.
Di Lapangan Karebosi Kota Makassar
Lebih lanjut, Muh. Yusuf menjelaskan bahwa persiapan pertunjukan Gandrang Bulo melibatkan seluruh pihak, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua. “Latihan digelar intensif selama sebulan. Kami ingin memastikan bahwa setiap gerakan tidak hanya indah, tetapi juga mengedukasi tentang nilai-nilai kebersamaan yang selaras dengan semangat Hardiknas,” tambahnya.
Peringatan Hardiknas 2025 sendiri terbagi dalam dua lokasi. Sebanyak 70% kegiatan pusat dilaksanakan di Lapangan Karebosi, melibatkan ribuan peserta dari berbagai instansi pendidikan. Sementara 30% kegiatan lainnya dijalankan secara mandiri di sekolah masing-masing, termasuk di SDN Bulurokeng. Di sekolah, upacara diisi dengan apel bersama siswa-siswi, pembacaan puisi bertema pendidikan, serta refleksi atas peran guru dan murid dalam memajukan dunia pembelajaran.
Di Halaman SDN Bulurokeng Makassar
Selain itu, Muh. Yusuf menekankan pentingnya kolaborasi antara seni dan pendidikan. “Melalui Gandrang Bulo, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang pembangunan karakter dan pelestarian identitas budaya. Ini sejalan dengan visi Hardiknas yang ingin menciptakan generasi cerdas dan berakar pada kearifan lokal,” paparnya.
Sambungnya, momentum Hardiknas juga menjadi pengingat untuk terus berinovasi. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan inspiratif, baik melalui seni, teknologi, maupun kolaborasi dengan komunitas,” tegas Muh. Yusuf.
Penampilan Gandrang Bulo SDN Bulurokeng mendapat apresiasi meriah dari penonton di Lapangan Karebosi. Kostum warna-warni dan iringan musik tradisional yang dinamis sukses menggambarkan semangat keceriaan anak-anak. Tak hanya itu, kegiatan di sekolah juga berlangsung khidmat dengan siswa-siswi menunjukkan kedisiplinan dan rasa hormat selama upacara.
Dengan capaian ini, UPT SPF SDN Bulurokeng Makassar semakin memperkuat posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menjadi garda depan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.