BN Online, Makassar— Ironis dan menyentuh, suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di UPT SPF SD Inpres Mariso 1 terpaksa berlangsung di teras sekolah. Bukan karena hujan atau banjir, melainkan akibat genangan rob yang merendam halaman sekolah sejak pagi hari.
Beginilah kondisi memprihatinkan yang dialami sekolah yang berada di wilayah pesisir tersebut. Hampir setiap bulan, genangan akibat pasang laut atau rob menerjang lingkungan sekolah. Bahkan, menurut warga dan guru setempat, fenomena ini terjadi dua kali dalam sebulan.
Dalam keterangannya, Kepala UPT SPF SD Inpres Mariso 1, Samino, S.Pd., menjelaskan bahwa rob menjadi tantangan rutin yang mengganggu aktivitas belajar mengajar. “Ini bukan kejadian baru bagi kami. Setiap bulan kami menghadapi dua periode rob. Sayangnya, dampaknya sangat terasa bagi proses belajar dan kegiatan sekolah,” ungkap Samino.
Lanjutnya, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan siswa dan guru. “Air yang masuk ke halaman sekolah membawa lumpur dan kotoran. Anak-anak terpaksa harus ekstra hati-hati saat beraktivitas,” tambahnya.
Selain itu, Samino menegaskan perlunya perhatian serius dari pemerintah, khususnya dinas terkait, untuk mencari solusi jangka panjang. “Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kami butuh infrastruktur yang mampu mengantisipasi pasang laut, seperti tanggul atau sistem drainase yang lebih baik,” katanya.
Harapan besar pun disampaikan Samino, agar pihak terkait segera meninjau langsung kondisi sekolah. “Kami berharap ada respon cepat, karena ini menyangkut masa depan anak-anak kami. Pendidikan tidak boleh terhambat oleh masalah lingkungan,” tegasnya.
Sambungnya, meski dalam keterbatasan, semangat memperingati Hardiknas tetap membara di kalangan guru dan siswa. “Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menyurutkan semangat kami untuk terus belajar dan mengabdi,” tutupnya dengan penuh optimisme.