Projek Mahasiswa PPG Angkatan 2 Warnai SDN Mattoanging II dengan Keceriaan Permainan Tradisional

BN Online, Makassar— Suasana meriah dan penuh keceriaan menyelimuti halaman UPT SPF SDN Mattoanging II Makassar, Selasa (22/4/25), saat mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang ke-2 Tahun 2024 melaksanakan kegiatan projek bertema “Melestarikan Permainan Tradisional”.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak siswa kembali mengenal dan mencintai permainan tradisional seperti Asing-asing, Boy-boyan, dan Lari Kelereng, yang kini mulai terpinggirkan akibat dominasi gadget dan permainan digital.

Yang menarik, bukan hanya siswa yang ikut berpartisipasi dalam berbagai perlombaan, tetapi juga adik-adik mahasiswa PPG, guru, dan bahkan orang tua siswa turut meramaikan dan ikut bertanding, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kolaborasi.

Kepala UPT SPF SDN Mattoanging II Makassar, Salma Sain, S.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif antara sekolah dan mahasiswa calon guru. “Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif. Anak-anak belajar nilai sportivitas, kerja sama, dan mencintai budaya lokal. Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada mahasiswa PPG yang telah menghadirkan suasana yang begitu bermakna hari ini,” ujar Salma.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk menyeimbangkan perkembangan teknologi dengan pelestarian budaya lokal. “Permainan tradisional punya nilai-nilai luhur yang perlu dikenalkan kembali kepada generasi sekarang.”

Selain itu, keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini dinilai sebagai bentuk dukungan yang luar biasa terhadap proses pendidikan dan penguatan karakter anak. Mereka tak hanya hadir sebagai penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari pengalaman belajar anak.

Harapan besar disampaikan agar kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. “Kami berharap semangat ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kegiatan pembelajaran dan proyek siswa,” sambung Salma.

Diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, di mana mahasiswa PPG didorong untuk merancang dan melaksanakan projek yang berdampak langsung pada peserta didik dan lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *