Inovasi Hijau dari SDN Bulurokeng Makassar: “Leko’ Sipamula”, Solusi Praktis Atasi Limbah Daun Kering

BN Online, Makassar — UPT SPF SDN Bulurokeng Makassar meluncurkan sebuah program inovatif bertajuk “Leko’ Sipamula” sebagai upaya solutif dalam menangani permasalahan limbah organik, khususnya daun kering yang kerap menumpuk di lingkungan sekolah. Program ini memanfaatkan daun-daun tersebut untuk diolah menjadi pupuk kompos, yang kemudian digunakan kembali dalam kegiatan penghijauan di area sekolah, Sabtu (14/9/2024).

Kepala UPT SPF SDN Bulurokeng Makassar, Muh. Yusuf, S.Pd., menyampaikan bahwa “Leko’ Sipamula” merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekaligus langkah konkret dalam membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab.

“Kami melihat banyak daun kering yang hanya dikumpul lalu dibakar, padahal itu bisa dimanfaatkan. Maka dari itu, kami memulai ‘Leko’ Sipamula’ yang artinya daun sebagai pelopor atau yang memulai sebagai cara sederhana namun berdampak,” ujar Muh. Yusuf.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa program ini melibatkan siswa secara langsung dalam proses pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kompos. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar secara teori, tapi juga praktik langsung dalam pengelolaan sampah organik.

Selain itu, kegiatan ini diintegrasikan ke dalam muatan lokal dan ekstrakurikuler, sehingga menjadi bagian dari proses pembelajaran aktif di sekolah. Kegiatan ini turut melibatkan guru dan warga sekolah lainnya untuk menciptakan budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Harapannya, program ini tak hanya menjadi solusi kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karakter dan keterampilan hidup bagi siswa.

Diketahui, sejak awal semester ini, tim “Leko’ Sipamula” telah berhasil memproduksi beberapa karung pupuk kompos yang digunakan untuk menyuburkan taman sekolah dan area penghijauan.

Sambungnya, Muh. Yusuf mengajak seluruh elemen sekolah untuk terus menjaga konsistensi program ini agar manfaatnya semakin meluas. “Leko’ Sipamula bukan hanya soal daun, tapi tentang semangat menjadi pelopor perubahan dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita,” tutupnya dengan penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *