SMPN 14 Makassar Gelar Raker “Sekolah Ramah SIPAKATAU” untuk Wujudkan Prestasi Unggul

BN Online, Makassar— UPT SPF SMP Negeri 14 Makassar melaksanakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) dengan mengusung tema “Sekolah Ramah SIPAKATAU: Membangun Sinergi untuk Prestasi Unggul.” Kegiatan berlangsung di kawasan Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, yang menghadirkan suasana kondusif untuk refleksi, konsolidasi, dan penyusunan program strategis, Sabtu 26 Juli 2025.

Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, pengurus OSIS, Ketua Komite Sekolah, serta Pengawas Dinas Pendidikan Kota Makassar yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Selain mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya, Raker ini membahas berbagai agenda penting, di antaranya inovasi pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, serta strategi peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mendukung mutu pendidikan.

Kepala UPT SPF SMPN 14 Makassar, Muh. Sufriadi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendekatan berbasis nilai budaya lokal, khususnya filosofi Sipakatau yang bermakna saling menghargai.

“Kami ingin membangun sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Rapat kerja ini menjadi wadah konsolidasi untuk merumuskan langkah strategis demi terwujudnya pendidikan yang bermutu,” ujar Muh. Sufriadi.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Dr. Arsyid Zakaria, S.H., M.H., menyampaikan komitmen komite dalam mendukung seluruh program sekolah.

“Sinergi sekolah dan komite harus berjalan seiring. Nilai Sipakatau harus menjadi karakter utama dalam setiap langkah pendidikan. Kami berharap SMPN 14 Makassar dapat menjadi contoh sekolah berbudaya dan berprestasi,” ungkapnya.

Melalui semangat kolaborasi dan landasan kearifan lokal yang kuat, UPT SPF SMPN 14 Makassar berkomitmen terus mengembangkan sekolah yang ramah, inklusif, serta mampu mencetak generasi unggul berkarakter.

Rapat kerja ini juga menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program sekolah dengan nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *