BN Online, Makassar – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar menyampaikan Pray for Sumatera atau mengajak berdoa atas musibah banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Ucapan dan ajakan berdoa ini disampaikan melalui Instastory DPMPTSP Kota Makassar pada Ahad (30/11/2025).
Bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Rabu (26/11/2025) telah mengakibatkan korban hilang bahkan meninggal. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 28 November 2025, lebih dari 100 warga yang meninggal dunia di wilayah-wilayah tersebut.
Pakar metereologi sekaligus dosen dari Kelompok Keahlian Sains Atmosfer, Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Muhammad Rais Abdillah MSc, menyatakan bahwa penyebab pertama bencana besar itu terjadi adalah curah hujan yang tinggi. Saat ini Sumatera tengah berada dalam puncak musim hujan.
“Memang wilayah Tapanuli sedang berada pada musim hujan, karena Sumatera bagian utara memiliki pola hujan sepanjang tahun atau dua puncak hujan dalam satu tahun, dan saat ini berada pada puncaknya,” jelasnya dilansir dari laman ITB, Ahad (30/11/2025).
Catatan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di pulau tersebut mencapai 150-300 milimeter. Dengan begitu, hujan di Sumatera akhir-akhir ini termasuk ke dalam kategori ekstrem.
Sementara itu, pemerintah pusat mengirim sebelas helikopter dari Jakarta untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
“Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (29/11/2025).










