BN Online, Makassar — UPT SPF SD Negeri Mattoangin 1 Makassar menunjukkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Guru (Porsenijar) PGRI Kecamatan Mariso. Berkat kerja keras dan semangat sportivitas para guru, sekolah ini berhasil meraih sejumlah medali dan siap berlaga ke tingkat selanjutnya yang akan digelar pada Kamis (29/1/2026).
Pada ajang tersebut, UPT SPF SDN Mattoangin 1 Makassar berhasil meraih empat medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Medali emas diraih pada cabang Pengucapan Ikrar oleh Reni Astuty Latif, S.Pd., M.Pd., Nyanyi Solo oleh Meylinda Suasan, S.Pd., M.Pd., Tari Tunggal oleh Zulfitri Rachmawaty, S.Pd., serta Tenis Meja Putra oleh Muh. Ramli, S.Pd..
Sementara itu, medali perak diraih pada cabang Kreativitas Guru oleh Ashar, S.Pd., M.Pd., dan medali perunggu pada cabang Melukis oleh Jamran Hafid, S.Pd.
Menurut Kepala UPT SPF SD Negeri Mattoangin 1 Makassar, Reny Astuty Latif, S.Pd., M.Pd., pihaknya sangat bersyukur atas capaian yang diraih para guru. “Alhamdulillah, UPT SPF SDN Mattoangin 1 Makassar pada Porsenijar PGRI Kecamatan Mariso siap berlaga di tingkat selanjutnya. Ini adalah hasil dari kerja keras, kekompakan, dan dedikasi seluruh tim,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa prestasi ini menjadi motivasi besar bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas dan potensi, baik di bidang olahraga maupun seni.
Selain itu, Reny Astuty Latif juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah memberikan semangat dan fasilitas selama persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Diketahui, Porsenijar PGRI merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar guru sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas pendidik.

Sambungnya, keberhasilan ini tidak lepas dari semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab untuk mengharumkan nama sekolah di tingkat kecamatan.
Harapannya, UPT SPF SDN Mattoangin 1 Makassar dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada ajang Porsenijar di tingkat selanjutnya serta menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan potensi guru secara berkelanjutan.










