BN Online, Makassar –— Pemerintah Kota Makassar kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tahun 2026. Penyegaran tersebut ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 109 pejabat administrator lingkup Pemkot Makassar.
Pelantikan berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar, para lurah, serta keluarga pejabat yang dilantik. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Makassar, Muhammad Rheza, S.STP, M.Si, turut hadir dalam prosesi tersebut.
Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, melantik sebanyak 109 pejabat eselon III dan IV hasil mutasi jabatan perdana tahun 2026. Para pejabat tersebut menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari sekretaris dinas (sekdis), camat, kepala bidang (kabid), lurah, hingga kepala subbagian (kasubag). Dari jumlah tersebut, terdapat 13 camat baru yang resmi dilantik.
Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Makassar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan daftar nama 106 pejabat beserta jabatan masing-masing.
“Pada hari ini, Jumat 6 Februari 2026, saya selaku Wali Kota Makassar dengan ini secara resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan administrasi di lingkungan Pemerintahan Kota Makassar,” ujar Munafri Arifuddin saat memimpin pelantikan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, S.STP, M.Si, mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari upaya penataan organisasi untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja pelayanan pemerintahan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa rotasi pejabat diharapkan dapat mendorong semangat kerja baru serta memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, khususnya dalam mendukung program pembangunan kota.
Selain itu, Rheza menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum bagi para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dan bekerja secara profesional sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Diketahui, mutasi jabatan perdana tahun 2026 ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kompetensi, integritas, dan kinerja aparatur sipil negara.
Tambahnya, seluruh pejabat diharapkan mampu menjaga amanah jabatan serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Harapan Rheza, pelantikan ini dapat membawa perubahan positif dalam tata kelola pemerintahan dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Makassar.










