BN Online, Makassar –Memasuki bulan Ramadhan 2026, siswa-siswi UPT SPF SMPN 14 Makassar tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti proses belajar mengajar. Semangat kebersamaan di bulan suci ini terlihat jelas saat awak media menyambangi ruang kelas VII di UPT SPF SMPN 14 Makassar pada Senin (2/3/2026). Para siswa tampak fokus mengikuti pelajaran meskipun tengah menjalankan ibadah puasa.
Tentunya, salah satu tujuan dari proses ini ialah untuk mencerdaskan calon penerus bangsa, yang nantinya diharapkan mereka menjadi kebanggaan keluarga dan sekolah, sekaligus pribadi yang berakhlak mulia di bulan yang penuh berkah ini.
Kepala UPT SPF SMPN 14 Makassar, Muh. Sufriadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan penyesuaian jadwal pembelajaran selama bulan Ramadhan. Meski waktu belajar dikurangi, kualitas penyampaian materi tetap dijaga.
“Kami memadatkan materi namun tetap memastikan siswa dapat menyerap pelajaran dengan baik. Alhamdulillah, semangat anak-anak tidak surut. Justru kami lihat mereka lebih tenang dan khusyuk dalam belajar,” ujarnya saat memantau kegiatan kelas.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan, sekolah juga menyisipkan kegiatan keagamaan di sela-sela jam pelajaran. Kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an dan kultum singkat menjadi bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga spiritual. Bulan Ramadhan ini momentum tepat untuk menyeimbangkan keduanya,” tambah Muh. Sufriadi.
Selain itu, pihak sekolah juga memperhatikan kondisi fisik siswa yang berpuasa. Guru-guru diimbau untuk tidak memberikan tugas berat yang menguras energi dan lebih mengedepankan metode pembelajaran interaktif yang tetap menyenangkan.
Diketahui, masa pembelajaran di bulan Ramadhan di SMPN 14 Makassar berlangsung dengan suasana kondusif. Tingkat kehadiran siswa tetap tinggi, dan tidak ditemukan kendala berarti selama pekan pertama puasa berjalan.
Sambungnya, koordinator kelas VII, mengungkapkan bahwa para guru berupaya menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan. Beberapa guru bahkan menggunakan metode diskusi kelompok dan permainan edukatif ringan yang tetap relevan dengan materi.
“Siswa justru lebih aktif bertanya dan berdiskusi. Mungkin karena suasana hati yang lebih tenang selama berpuasa,” ungkapnya.
Harapannya, semangat belajar yang terjaga selama Ramadhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir bulan suci dan seterusnya. “Kami berharap siswa-siswi dapat meraih keberkahan Ramadhan sekaligus meraih prestasi akademik. Jadikan bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam ilmu maupun ibadah,” pungkas Muh. Sufriadi.















