Kenaikan Tarif Mendadak, Pengguna Jasa ALP Ekspedisi Ancam Beralih: “Ini Tidak Wajar!”

BN Online, Makassar– Suasana kepercayaan antara pengguna jasa dan PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Ekspedisi tengah berada di ujung tanduk. Menjelang pemberlakuan harga baru, gelombang keluhan keras muncul dari para pelanggan setia menyusul rencana kenaikan harga tiket kendaraan untuk rute Makassar-Surabaya (PP)., Selasa 24 Maret 2026.

Dugaan kuat beredar di kalangan pengguna jasa bahwa kebijakan ini tidak hanya memberatkan, tetapi mulai menggerus kepercayaan yang selama ini dibangun. Para pengirim barang menilai kenaikan yang akan diberlakukan mulai 26 Maret 2026 ini terjadi secara mendadak tanpa sosialisasi yang jelas.

Ismail, salah satu pengurus mitra PT. ALP, angkat bicara mewakili kegelisahan para pelanggan. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga tiket kendaraan dalam waktu dekat ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada stabilitas ongkos kirim antarpulau.

“Kami tidak menolak adanya penyesuaian harga jika itu didasari oleh kenaikan biaya operasional yang riil. Tapi yang terjadi sekarang, kenaikan ini mendadak dan nominalnya signifikan. Sebagai mitra, kami ikut dipusingkan dengan pertanyaan dari pelanggan yang merasa dirugikan,” ujar Ismail dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa komunikasi antara pihak manajemen PT. ALP dengan para mitra terkait kebijakan tarif baru ini terbilang alot. Banyak mitra merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga mereka kini berada dalam posisi yang sulit ketika harus menyampaikan kabar ini kepada pelanggan setia.

Selain itu, kekhawatiran akan menurunnya volume pengiriman mulai terasa. Para pengguna jasa diketahui mulai aktif mencari alternatif ekspedisi lain yang menawarkan harga lebih kompetitif pasca-kenaikan ini. Mereka menilai bahwa loyalitas memiliki batas, terutama ketika dihadapkan pada tekanan biaya logistik yang terus membengkak.

“Sambungnya, kami mempertanyakan dasar perhitungan kenaikan ini. Apakah ini murni karena kenaikan harga BBM atau ada faktor lain? Karena jika tidak transparan, pelanggan akan berpikir dua kali untuk menggunakan jasa ALP ke depannya,” tambah Ismail.

Di sisi lain, situasi ini menjadi momentum bagi para kompetitor untuk menjaring pelanggan baru. Beberapa ekspedisi lain dilaporkan mulai gencar menawarkan promo dan harga spesial menyambut akhir Maret, memanfaatkan kekosongan yang ditinggalkan oleh keluhan para mantan pelanggan setia ALP.

Harapan besar kini disematkan para pengguna jasa dan mitra kepada manajemen PT Atosim Lampung Pelayaran. Mereka berharap agar perusahaan bersedia duduk bersama membahas ulang skema kenaikan tarif. Transparansi dan komunikasi yang baik dinilai sebagai satu-satunya jalan untuk mencegah terjadinya eksodus massal pelanggan.

“Kami ingin ALP tetap jaya, tapi jangan dengan cara membebani pelanggan secara sepihak. Kami berharap ada solusi win-win sebelum tanggal 26 Maret nanti,” terang Ismail.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *