SMP Negeri 50 Makassar Nyatakan Kesiapan Total Gelar TKA 2026, Diikuti 139 Peserta

BN Online, Makassar-–UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang digelar untuk pertama kalinya. Sebanyak 139 siswa tercatat sebagai peserta dan mengikuti ujian yang dibagi dalam dua gelombang, Rabu (08/04/2026).

Kepala SMPN 50 Makassar, Abdul Azis Hasan, S.Pd., M.M., mengungkapkan meski TKA merupakan program baru, pihak sekolah tidak mengalami kesulitan berarti dalam proses persiapan karena sistem pelaksanaannya dinilai serupa dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Iya, ini memang TKA yang baru. Tapi pelaksanaannya hampir sama dengan UNBK, jadi persiapan kami tidak terlalu sulit. Kami sudah terbiasa, hanya ada penyesuaian karena UN sebelumnya sudah tidak ada,” ujar Abdul Azis.

Ia menjelaskan, seluruh siswa diwajibkan mengikuti TKA meskipun secara aturan tidak bersifat wajib, mengingat hasilnya akan masuk dalam rapor pendidikan.

“Pada prinsipnya memang tidak wajib, tapi karena masuk dalam rapor pendidikan, maka saya wajibkan semua peserta didik untuk ikut, kecuali yang berhalangan seperti sakit atau tidak hadir,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan TKA juga menjadi bagian penting dalam pemetaan kualitas pendidikan, khususnya di Kota Makassar.

Ini adalah pemetaan. Hasilnya akan memberikan gambaran bagaimana pendidikan di Kota Makassar. Jadi, kami berharap hasilnya tidak mengecewakan dan bisa memuaskan semua pihak,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, ujian dibagi menjadi dua gelombang guna memastikan kelancaran. Gelombang pertama terdiri dari empat sesi, sementara gelombang kedua berlangsung dalam tiga sesi.

“Gelombang pertama sudah empat sesi, dan hari ini gelombang kedua tiga sesi. Mudah-mudahan semua berjalan lancar tanpa kendala, termasuk jaringan internet dan listrik. Kami sudah antisipasi dengan penambahan daya listrik,” ungkap Abdul Azis.

Terkait kesiapan siswa, ia menegaskan peran guru sangat penting dalam pembinaan serta mendorong keseriusan siswa dalam mengikuti TKA, mengingat hasilnya dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi pada jenjang pendidikan berikutnya.

“Kesiapan siswa tergantung dari pembinaan guru di sekolah. Kami harapkan ada keseriusan, karena hasil TKA ini bisa digunakan untuk mendaftar ke jenjang berikutnya melalui jalur prestasi,” katanya.

Ia juga menambahkan, antusiasme siswa cukup tinggi meskipun mata pelajaran yang diujikan hanya dua, yakni Matematika dan Literasi Bahasa Indonesia.

“Anak-anak terlihat antusias mengikuti. Walaupun hanya dua mata pelajaran, ini sangat menentukan untuk ke depannya,” tutupnya.*

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *