Hebat! SD Mattoanging 1 Makassar Ikut Gebrak Pemenuhan Hak Anak di Kota Layak Anak

BN Online, Makassar – Semangat juang untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) terus bergema. Salah satunya ditunjukkan oleh UPT SPF SD Negeri Mattoanging 1 Makassar yang dengan penuh antusiasme mengikuti kegiatan “Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak pada Lembaga Pemerintah, Non Pemerintah, Media dan Dunia Usaha Kewenangan Kabupaten/Kota Tahap III Tahun 2026” yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, di Hotel Best Western Plus Makassar Beach ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pendidik dari SD Mattoanging 1. Kehadiran sekolah dasar ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pemenuhan hak dasar anak.

Kepala UPT SPF SD Negeri Mattoanging 1 Makassar, Reny Astuty Latif, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen sekolah untuk terus bersinergi dengan pemerintah, media, dunia usaha, dan lembaga non-pemerintah dalam melindungi hak-hak anak.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. SD Mattoanging 1 ingin menjadi pelopor di tingkat sekolah dasar dalam memahami dan menerapkan Konvensi Hak Anak. Anak-anak berhak mendapatkan perlindungan, partisipasi, kelangsungan hidup, dan tumbuh kembang yang optimal,” ujar Reny Astuty Latif dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak bagi para guru dan tenaga kependidikan. “Kami ingin para guru di sekolah kami memiliki pemahaman yang utuh tentang hak anak, sehingga tidak ada lagi kekerasan, diskriminasi, atau pengabaian terhadap anak di lingkungan sekolah,” sambungnya.

Selain itu, kehadiran SD Mattoanging 1 juga menjadi perhatian menarik dari Abd. Naris Agam, S.Sos., M.Si., Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan, yang hadir sebagai narasumber. Dalam materinya tentang “Indikator Kota Layak Anak (Pendidikan)”, ia mengapresiasi langkah proaktif sekolah-sekolah seperti SD Mattoanging 1.

“Sekolah adalah garda terdepan. Indikator utama KLA di bidang pendidikan adalah terciptanya sekolah ramah anak, tidak ada perundungan, serta adanya partisipasi anak dalam pengambilan keputusan. Saya lihat SD Mattoanging 1 sudah bergerak ke arah sana,” ujar Abd. Naris Agam.

Diketahui, kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WITA hingga selesai ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unsur. Kepala UPT SPF SD Mattoanging 1 beserta jajaran terlihat aktif berdiskusi dan menyusun rencana tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah mereka.

Sambungnya, usai kegiatan, pihak sekolah berencana membentuk Tim Gugus Tugas Pemenuhan Hak Anak di tingkat sekolah serta mengintegrasikan nilai-nilai Konvensi Hak Anak ke dalam kegiatan belajar mengajar dan tata tertib sekolah.

Harapan besar disampaikan oleh Reny Astuty Latif. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, SD Mattoanging 1 tidak hanya menjadi sekolah unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh anak didik. Mari bersama wujudkan Makassar sebagai Kota Layak Anak!” cetusnya.

Sorak semangat dari SD Mattoanging 1 pun menjadi bukti kecil bahwa perubahan besar untuk perlindungan anak dimulai dari langkah nyata di sekolah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *