BN Online, Makassar–Suasana Jl. Datuk Patimang dan Jl. Sunu, Kelurahan Kalukuang, tampak berbeda pada Senin (13/4/2026). Bukan karena kemacetan atau keramaian biasa, melainkan kehadiran jajaran pimpinan kecamatan dan kelurahan yang turun langsung melakukan peneguran persuasif kepada para pelaku usaha. Camat Tallo, Bapak Andi Husni, S.STP., M.Si., didampingi Lurah Kelurahan Kalukuang, Bapak Muhammad Anshar, S.E., memimpin langsung kegiatan yang berlangsung tertib dan humanis ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penataan wilayah guna menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman, serta memastikan fungsi fasilitas umum seperti drainase dan trotoar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Para pedagang yang selama ini berjualan di area tersebut diberikan pemahaman secara langsung mengenai pentingnya menjaga ruang publik.
Pada hari ini, tercatat sebanyak 4 lapak usaha di Kelurahan Kalukuang dilakukan penertiban sebagai langkah lanjutan dari proses pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya. Penertiban difokuskan pada lapak usaha yang memanfaatkan area drainase dan trotoar, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran aliran air serta akses pejalan kaki. Keempat lapak tersebut berada di dua lokasi strategis, yaitu di sepanjang Jl. Datuk Patimang dan Jl. Sunu.
Lebih lanjut, Camat Andi Husni menjelaskan bahwa pendekatan persuasif dipilih agar para pelaku usaha merasa dibina, bukan ditakuti. “Kami tidak serta-merta membubarkan. Sebelumnya sudah ada pembinaan dan peringatan. Hari ini adalah tindak lanjut yang tegas namun tetap humanis. Kami ingin warga sadar bahwa trotoar untuk pejalan kaki, drainase untuk air, bukan untuk lapak,” ujarnya.
Selain itu, sinergi yang solid juga menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Bekerja sama dengan RT/RW, tokoh masyarakat, Satlinmas, dan BKO Satpol PP Kecamatan Tallo, penertiban berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Para tokoh masyarakat setempat turut membantu memberikan pemahaman kepada pelaku usaha yang masih keberatan, sehingga tidak terjadi gesekan di lapangan.
Diketahui, sejumlah pelaku usaha awalnya tampak kecewa, namun setelah diberikan pengertian secara kekeluargaan oleh Camat dan Lurah, mereka akhirnya kooperatif membongkar sendiri lapaknya. Salah satu pedagang mengaku memahami bahwa tindakan ini demi kebaikan bersama, terutama saat musim hujan tiba yang kerap menyebabkan banjir akibat drainase tersumbat.
Sambungnya, Muhammad Anshar, S.E., Lurah Kalukuang, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha yang terdampak. “Kami tidak tinggal diam. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pasar dan lokasi relokasi yang telah disediakan. Ini solusi jangka panjang,” tegasnya.
Harapan ke depan, Camat Tallo berharap tidak ada lagi pelaku usaha yang nekat memanfaatkan fasilitas umum. “Kami akan rutin melakukan patroli dan pembinaan. Jika masih ada yang melanggar, sanksi tegas akan diberlakukan. Mari kita jaga Tallo, khususnya Kalukuang, menjadi wilayah yang tertib, aman, dan nyaman untuk semua,” pungkas Andi Husni.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu pun ditutup dengan pembersihan area drainase dan trotoar yang sudah lama tertutup lapak, disambut apresiasi oleh w sekitar yang kini bisa kembali menggunakan trotoar dengan nyaman.















