BN Online, Makassar –Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Jalan Sunu, Kecamatan Tallo, pada Senin (13/4/2026). Bukan karena kemacetan atau keramaian biasa, melainkan kehadiran jajaran pimpinan kecamatan dan kelurahan yang turun langsung melakukan peneguran persuasif kepada para pelaku usaha.
Sebanyak 27 lapak yang tersebar di tiga wilayah kelurahan yakni Kelurahan Kalukuang, Kelurahan Lembo, dan Kelurahan Suangga, ditertibkan dalam kegiatan yang berlangsung tertib dan humanis tersebut. Camat Tallo, Andi Husni, S.STP., M.Si., didampingi para Lurah memimpin langsung operasi penertiban ini.
“Kami ingin mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif. Para pedagang kami datangi, kami ajak bicara, dan kami jelaskan pentingnya ketertiban bersama,” ujar Camat Andi Husni saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa malam (14/4/2026).
Beliau menjelaskan, penertiban ini dilakukan dengan beberapa tujuan utama:
· Ketertiban umum mengurai potensi konflik ruang antara pejalan kaki, pengendara, dan pedagang.
· Mengembalikan fungsi drainase – sejumlah lapak menutup saluran air sehingga berpotensi menyebabkan genangan dan banjir lokal.
· Mengembalikan fungsi trotoar agar pejalan kaki, termasuk lansia dan anak sekolah, dapat menggunakan fasilitas dengan aman.
· Penataan Kota mewujudkan wajah kota yang rapi, tertib, dan nyaman bagi semua pihak.
Lebih lanjut, Camat Tallo menegaskan bahwa penertiban bukan berarti menghilangkan ruang bagi usaha mikro.
“Kami tidak anti-pedagang. Kami hanya ingin menata. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan akan terus mendampingi para pelaku usaha untuk mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan relokasi ke tempat yang lebih representatif,” sambungnya.
Diketahui, puluhan lapak yang ditertibkan sebagian besar berupa kaki lima dan tenda semi permanen yang memakan badan jalan, bahu jalan, hingga saluran drainase. Hingga Senin sore, proses penertiban berlangsung kondusif tanpa perlawanan berarti.
Harapan Camat Tallo ke depan, warga dan pedagang dapat sama-sama menjaga fasilitas umum demi kenyamanan bersama. “Kota yang tertib adalah cerminan masyarakat yang beradab. Mari kita bangun Tallo yang lebih baik,” tutupnya.















