DLH Makassar Perkuat Satgas Ujung Tanah, Siap Kawal Kebijakan Sampah Residu Mulai 1 Agustus

BN Online, Makassar— Kecamatan Ujung Tanah menunjukkan keseriusannya dalam menyambut kebijakan baru Pemerintah Kota Makassar dengan menggelar sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga yang intensif. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (24/7/2026), kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar ini menjadi momen penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia di tingkat akar rumput.

Hadir mewakili Camat Ujung Tanah, Sekretaris Camat Dr. Andi Akhdal Darwin, S.STP., M.Si., secara langsung memberikan penguatan kapasitas kepada Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan Kecamatan Ujung Tanah. Para Satgas ini digembleng untuk menjadi ujung tombak edukasi mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, hingga residu.

Sosialisasi ini bukan tanpa alasan. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk merealisasikan kebijakan monumental Pemkot Makassar yang akan efektif berlaku pada 1 Agustus 2026 mendatang. Mulai tanggal tersebut, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang hanya akan menerima sampah residu. Artinya, sampah organik dan anorganik wajib dikelola secara mandiri oleh masyarakat sejak dari sumbernya.

“Situasi ini menuntut perubahan pola pikir yang radikal. Pemilahan sampah bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” tegas Dr. Andi Akhdal Darwin di hadapan para peserta.

Dalam arahannya yang inspiratif, Sekretaris Camat menekankan bahwa posisi Satgas Kebersihan sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Saya mengajak seluruh Satgas Kebersihan untuk memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar dengan membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya. Mari kita buktikan bahwa Ujung Tanah siap menjadi pelopor dalam mewujudkan budaya hidup bersih dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Dr. Andi Akhdal.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja sama semua pihak. “Hanya sampah residu yang akan berakhir di TPA Antang. Ini tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Saya berharap Satgas Kebersihan Kecamatan Ujung Tanah dapat menjadi motor penggerak edukasi kepada warga agar memilah sampah sejak dari rumah tangga,” cetusnya.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan Satgas Kebersihan Kecamatan Ujung Tanah tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan dan menularkan ilmu tersebut kepada masyarakat. Sosialisasi ini menjadi titik awal bagi gerakan besar Makassar menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *