Bangun Growth Mindset Guru, SMPN 12 Makassar Wujudkan Kelas Bertumbuh dan Transformatif

BN Online, Makassar – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menanamkan pola pikir berkembang di lingkungan sekolah, UPT SPF SMPN 12 Makassar menggelar pelatihan bertajuk “Mindset Bertumbuh untuk Menciptakan Kelas Bertumbuh”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, di ruang guru UPT SPF SMPN 12 Makassar ini diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam transformasi pendidikan.

Pelatihan menghadirkan pemateri ahli di bidang pendidikan, Dr. Raisuddin, M.Pd., yang dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan. Dr. Raisuddin telah banyak terlibat dalam berbagai workshop peningkatan kompetensi guru di Makassar, termasuk workshop deep learning dan penyusunan soal berbasis literasi numerasi. Dalam sesinya, ia menekankan bahwa growth mindset atau pola pikir bertumbuh bukan sekadar teori, melainkan fondasi penting bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan transformatif.

Kepala UPT SPF SMPN 12 Makassar, Dra. Habiba, M.Pd., mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk membekali para guru dengan pola pikir yang adaptif terhadap perubahan.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan memiliki mindset bertumbuh, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan berkembang bersama siswanya. Ini adalah kunci untuk menciptakan kelas yang hidup dan penuh makna,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dra. Habiba menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik serta pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. “Pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan setiap guru memiliki kapasitas dalam merancang pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan efektif,” tambahnya.

Selain itu, Dr. Raisuddin dalam paparannya menyoroti pentingnya membangun budaya belajar yang berfokus pada kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Menurutnya, guru dengan pola pikir bertumbuh akan lebih terbuka terhadap perubahan, aktif meningkatkan kompetensi diri, dan mampu menginspirasi siswa untuk tidak takut menghadapi kegagalan.

“Guru perlu mendesain aktivitas belajar yang memicu siswa mengeksplorasi, menganalisis, dan menciptakan solusi dari masalah nyata. Pembelajaran bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi tentang siapa yang paling gigih dalam belajar,” tegasnya.

Sambungnya, penerapan mindset bertumbuh di lingkungan sekolah tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang tangguh, kreatif, dan solutif. “Kami ingin menanamkan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi yang tepat, dan proses belajar yang konsisten. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan siswa,” ujar Dr. Raisuddin.

Harapan dari pelaksanaan pelatihan ini, menurut Dra. Habiba, adalah terciptanya “kelas bertumbuh” di mana setiap guru dan siswa saling mendukung dalam proses belajar yang dinamis dan penuh tantangan.

“Kami berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang lebih bermakna dan transformatif bagi peserta didik,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *