BN Online, Makassar — UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar menggelar kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah di Mushollah Masjid Nurul Hasana SMPN 50, Kamis (30/7/2026). Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari setelah jam istirahat ini diikuti oleh seluruh peserta didik serta didampingi oleh para guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk keteladanan dalam menanamkan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar, Hannati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah ini merupakan salah satu upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik melalui aktivitas keagamaan. “Kami ingin siswa tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan taat beragama. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter mulia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara konsisten akan memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membiasakan siswa melaksanakan ibadah wajib tepat waktu, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta penguatan keimanan sejak dini.
Selain itu, suasana religius yang tercipta melalui pembiasaan Sholat Dhuhur berjamaah turut mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. Dalam rangkaian pelaksanaan sholat dhuhur berjamaah ini, siswa yang digilir setiap harinya juga tampil membawakan kultum atau ceramah singkat, sehingga kegiatan ibadah sekaligus menjadi sarana belajar dan pengembangan diri bagi para peserta didik.
Diketahui, kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah di UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar ini mendapat respons positif dari siswa dan orang tua. Para siswa mengaku menjadi lebih terbiasa melaksanakan sholat tepat waktu dan merasa lebih dekat dengan teman-temannya melalui kebersamaan dalam ibadah.
Sambungnya, pihak sekolah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan karakter religius demi mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan berakhlak mulia.
Harapan ke depan, kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. “Semoga adanya program keagamaan ini dapat lebih mempertebal kadar keimanan, memperbaiki akhlak, serta karakter para peserta didik,” tutup Hannati.















